Pencopotan Komjen Buwas ini hanya beberapa hari setelah 'kegaduhan' penggeledahan penyidik Badan Reserse dan Kriminal di kantor PT Pelindo II, Tanjung Priok, Jakarta Utara, pada Jumat (28/8/2015) pekan lalu. Seperti apa sepak terjang Komjen Buwas saat menjadi Kabareskrim?
Budi Waseso, alumnus Akademi Kepolisian 1984, dilantik menjadi Kabareskrim pada 16 Januari 2015. Dia menggantikan Komisaris Jenderal Suhardi Alius. Belum lama dilantik menjadi Kabareskrim, Komjen Buwas melakukan penangkapan terhadap Wakil Ketua Komisi Pemberantasan Korupsi Bambang Widjojanto (BW).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Penyidikan kasus BW dilanjutkan terus. Dalam waktu bersamaan, polisi juga memproses kasus pelanggaran administrasi yang diduga dilakukan oleh Ketua KPK Abraham Samad pada tahun 2007. Pegiat antikorupsi lain seperti Denny Indrayana juga berurusan dengan penyidik Bareskrim Polri. Β
Pada Jumat pekan lalu, Komjen Buwas memimpin penggeledahan ruangan Direktur Utama PT Pelindo II Richard Joost Lino di Tanjung Priok, Jakarta Utara. Aksi penggeledahan ini menimbulkan 'kegaduhan' karena Lino merasa tidak 'nyaman'.
"Saya hormati penyelidikan polisi. Kalau negara perlakuan seperti ini, besok saya akan berhenti.Β I'm doing something good for this country. Tapi saya diperlakukan seperti ini," tambah Lino.
Lino pun berusaha menghubungi Menteri Perencanaan Pembangunan Nasional/Kepala Bappenas Sofyan Djalil. Berulangkali gagal menghubungi Sofyan, Lino kemudian mengirimkan pesan pendek.
Beberapa saat kemudian Sofyan menelepon balik Lino. Oleh Lino sambungan telepon itu diperdengarkan kepada wartawan yang memang mengikuti penggeledahan oleh polisi. (baca juga: Ini Percakapan Lengkap Dirut Pelindo II dan Menteri Sofyan Saat Penggeledahan)
Aksi penggeledahan oleh Kabareskrim ke kantor Pelindo II yang diikuti sambungan telepon Lino dengan Sofyan Djalil itu sempat menimbulkan 'kegaduhan'.Β Apakah 'kegaduhan' ini yang menyebabkan Komjen Buwas dikabarkan akan dicopot dari jabatannya sebagai Kabareskrim, senyampang dengan pernyataan Menko Polhukam Luhut Pandjaitan yang menyebut jangan kaget kalau ada pejabat yang dicopot karena membuat gaduh?
(erd/nrl)











































