"Soal air dan sampah sisa katering kita sudah wanti-wanti pihak hotel Insya Allah teratasi," kata Kepala Sektor 8 Syamsuir di Al Jawharah Tower, Makkah, Selasa (1/9/2015).
Syamsuir mengatakan timnya sudah mengecek tempat penampungan air (tanki air) yang berada di setiap towernya. Berdasarkan perhitungannya, jika tangki penuh maka pasokan air bersih untuk jemaah selama seminggu sudah terjamin.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Ketersediaan menjadi isu sentral pada saat menjelang dan sesudah puncak haji. Saat itu kondisi Kota Makkah sangat padat oleh jemaah dari segala penjuru dunia.
Sehingga truk tangki air tidak bisa langsung dengan cepat memenuhi permintaan akan air bersih. Padahal ketika puncak haji selesai banyak jemaah Indonesia yang sibuk mencuci pakaian ihramnya atau mandi dan itu dilakukan secara hampir bersamaan.
Jemaah yang tinggal di penginapan bernomor 801 ini mayoritas sudah berumur. Sedangkan pemerintah tidak menyediakan alat transportasi menuju Masjidil Haram karena posisi hotel hanya berjarak 800-900 meter dari titik kiblat kaum muslim itu.
Lalu bagaimana dengan keamanan jemaah saat berjalan menuju Masjidil Haram? Terutama jemaah yang sudah berusia lanjut?
"Alhamdulillah kita memantau, sampai kita mengiringi ke Masjidil Haram. Kita berusaha di sektor 8 siap memberikan bantuan apakah itu didorong atau cara lain akan dilakukan semaksimal mungkin," kata Syamsuir.
(gah/fdn)










































