Wakil Sekjen DPR Achmad Djuned mengatakan karpet merah tersebut memang digunakan untuk menyambut tamu negara yang datang ke DPR.
"Fungsinya untuk tamu negara, karena hampir setiap minggu ada tamu negara apakah dari parlemen luar atau yang lain. Hari ini saja ada presiden IMF," katanya saat dikonfirmasi, Rabu (2/9/2015).
Belum ada kebijakan mencopot karpet yang membentang menuju lift ke sejumlah ruangan termasuk ruang pimpinan DPR/MPR. Pihak Setjen masih mengkomunikasikannya dengan pimpinan DPR.
Tapi Djuned menolak bicara saat ditanya siapa pengusul pemasangan karpet merah. "Saya belum bisa jawab. Nanti saja," ujarnya bergegas mengakhiri sambungan telepon.
Karpet tersebut terpasang sejak pelaksanaan Konferensi Parlemen Asia-Afrika di Gedung DPR pada bulan April 2015 lalu. Ketika itu, DPR memang banyak kedatangan tamu mancanegara. Namun,Β setelah acara selesai hingga saat ini, karpet tidak pernah digulung lagi.
Wakil Ketua DPR Taufik Kurniawan yang pernah dikonfirmasi terkait karpet merah ini mengatakan bahwa pemasangan tersebut untuk menjaga kesan formal. Tidak ada alasan lain.
"Itu menurut saya diperuntukkan untuk tamu DPR untuk menjaga situasi formal. Sebetulnya tidak lebih dari itu," ungkap Taufik pada Mei 2015 lalu. (fdn/fdn)











































