"Sebagai sebuah bangsa yang menghargai sejarah, di Kompleks DPR RI perlu dibangun museum yang akan berfungsi sebagai tempat dokumentasi DPR," tulis Badan Urusan Rumah Tangga (BURT) DPR dalam laporan rancangan renstra 2015-2019 seperti dikutip pada Selasa (1/9/2015).
Museum itu akan menampun banyak barang dan foto. Ada pula koleksi naskah serta media interaktif.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Saat ini, sebenarnya DPR sudah memiliki museum yang ada di Gedung Nusantara. Museum itu berisi macam-macam barang mulai dari mesin tik hingga palu.
Presiden Joko Widodo sempat diajak meninjau museum tersebut pada 14 Agustus 2015 lalu. Jokowi dijadwalkan meresmikan pencanangan penataan kawasan parlemen, namun batal.
Tujuh proyek DPR yang sebelumnya disampaikan adalah alun-alun demokrasi, museum dan perpustakaan, jalan akses bagi tamu ke Gedung DPR, visitor center, pembangunan ruang pusat kajian legislasi, pembangunan ruang anggota dan tenaga ahli, serta integrasi kawasan tempat tinggal dan tempat kerja anggota DPR.
Ketua Banggar DPR Ahmadi Noor Supit menyebutkan bahwa 7 proyek ini akan menelan biaya Rp 2,7 triliun. (imk/fdn)










































