Senyum Lebar Risma di Tengah Prahara

Senyum Lebar Risma di Tengah Prahara

Danu Damarjati - detikNews
Selasa, 01 Sep 2015 18:08 WIB
Senyum Lebar Risma di Tengah Prahara
Foto: Lamhot Aritonang
Jakarta - Wali Kota Surabaya Tri Rismaharini (Risma) tertawa geli merasakan anehnya politik seputar Pilkada serentak 2015 ini. Padahal yang dihadapi Risma cukup pelik, yakni ancaman Pilwalkot Surabaya ditunda tahun 2017.

Pilwalkot Surabaya memang terancam mundur sampai tahun 2017 jika Risma yang berpasangan dengan Whisnu Sakti Buana gagal mendapatkan lawan tanding. Meski melihat ada keanehan dan skenario besar penundaan Pilwalkot Surabaya, Risma memilih tetap tenang bahkan tertawa lebar.

"Pokoke aku aneh (pokoknya aneh). Aku kudu ngguyu (aku harus tertawa)," ujarnya sambil tersenyum lebar saat di Surabaya, Senin (31/8) kemarin.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Risma tak habis pikir bagaimana mungkin Rasiyo dan Dhimam tak memenuhi syarat. Terlebih, syarat yang belum lengkap itu hanyalah persoalan adminsitratif. Kenapa pihak KPU tidak menyuruh pihak Rasiyo dan Dhimam tak memenuhi kelengkapannya terlebih dahulu? Ini yang membuat Risma geli.

"Aku cuman ngomong ono sing aneh (aku hanya bicara ada yang aneh)," kata Risma.

Kalau Risma terlihat begitu tenang, Whisnu justru terlihat begitu kecewa. Hari ini, Selasa (1/9/2015), Whisnu Sakti Buana menuding bahwa banyak partai-partai politik dan KPUD di tempatnya yang menjalankan skenario jahat, menunda Pilwalkot Surabaya.

"Kemarin kita hanya bicara parpol sebagai begal Pilkada, tapi kemarin keputusan KPUD membuka mata kita bahwa KPUD itu bermain dalam proses penundaan di Surabaya," ujar Whisnu di Gedung Mahkamah Konstitusi (MK).

Lalu apakah pada akhirnya sikap tenang Risma akan terjawab dengan munculnya penantang sehingga Pilwalkot Surabaya tidak ditunda? Yang jelas KPU akan membuka perpanjangan pendaftaran Pilwalkot Surabaya pada 6 sampai 7 September. Jadi, tunggu tanggal mainnya.

(dnu/van)



Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 


Hide Ads