Pilwalkot Surabaya memang terancam mundur sampai tahun 2017 jika Risma yang berpasangan dengan Whisnu Sakti Buana gagal mendapatkan lawan tanding. Meski melihat ada keanehan dan skenario besar penundaan Pilwalkot Surabaya, Risma memilih tetap tenang bahkan tertawa lebar.
"Pokoke aku aneh (pokoknya aneh). Aku kudu ngguyu (aku harus tertawa)," ujarnya sambil tersenyum lebar saat di Surabaya, Senin (31/8) kemarin.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Aku cuman ngomong ono sing aneh (aku hanya bicara ada yang aneh)," kata Risma.
Kalau Risma terlihat begitu tenang, Whisnu justru terlihat begitu kecewa. Hari ini, Selasa (1/9/2015), Whisnu Sakti Buana menuding bahwa banyak partai-partai politik dan KPUD di tempatnya yang menjalankan skenario jahat, menunda Pilwalkot Surabaya.
"Kemarin kita hanya bicara parpol sebagai begal Pilkada, tapi kemarin keputusan KPUD membuka mata kita bahwa KPUD itu bermain dalam proses penundaan di Surabaya," ujar Whisnu di Gedung Mahkamah Konstitusi (MK).
Lalu apakah pada akhirnya sikap tenang Risma akan terjawab dengan munculnya penantang sehingga Pilwalkot Surabaya tidak ditunda? Yang jelas KPU akan membuka perpanjangan pendaftaran Pilwalkot Surabaya pada 6 sampai 7 September. Jadi, tunggu tanggal mainnya.
(dnu/van)











































