Ada Pungli Terhadap Motor di Basement DPRD, PNS DKI Tak Masalah

Ada Pungli Terhadap Motor di Basement DPRD, PNS DKI Tak Masalah

Ayunda Windyastuti Savitri - detikNews
Selasa, 01 Sep 2015 17:15 WIB
Ada Pungli Terhadap Motor di Basement DPRD, PNS DKI Tak Masalah
Foto: Ayunda W Savitri
Jakarta - Sejumlah juru parkir (jukir) masih terlihat menarik tarif kepada para pemotor di basement (lantai bawah tanah) Gedung DPRD DKI. Meski demikian, sejumlah PNS tidak masalah dengan besaran tarif parkir Rp 2.000 untuk setiap motor.

"Ah nggak masalah kok. Malah nggak enak kalau nggak ngasih, kasihan mereka sudah jaga motor seharian," ujar salah seorang perempuan yang enggan disebutkan namanya saat berbincang di basement Gedung DPRD DKI, Jl Kebon Sirih, Jakarta Pusat, Selasa (1/9/2015) pukul 16.30 WIB.

Dia hendak mengambil motornya yang diparkir sejak pukul 06.30 WIB. Menurut perempuan yang mengenakan seragam dinas itu tarif Rp 2.000 tidaklah besar.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Malah kadang-kadang suka saya lebihin, kasihan," terangnya.

Sementara itu, di sebuah meja dekat pintu keluar motor terlihat ada tiga jukir yang berjaga. Mereka tidak mengenakan seragam khusus jukir, hanya kaos dan celana jeans.

Terlihat beberapa PNS memberikan uang kepada mereka sebelum keluar dari lokasi. Setiap harinya ada sekitar 1.000 motor yang terparkir di basement tersebut.

"Jangan foto-foto," kata salah satu jukir saat melihat wartawan mengambil sejumlah foto.

Sebelumnya, Gubernur DKI Jakarta Basuki T Purnama (Ahok) menyebut ada staf DPRD yang sengaja merekrut 13 jukir. Dari pengakuan staf DPRD yang didapatnya, uang yang diberikan oleh pemotor masuk ke kantong sejumlah oknum.

Ahok pun meminta Inspektorat DKI untuk menindaklanjuti oknum staf tersebut. Jika terbukti uang itu mengalir hingga pejabat tingkat atas, maka Ahok tidak segan-segan akan memecat. Sebab seharusnya parkiran di basement Gedung DPRD gratis.

"Kalau sampai ke atas pecat, pecat dan pecat!" kata Ahok di Pasar Tanah Abang Blok B, hari ini.

Pasa Senin, 31 Agustus lalu Ahok menyebut oknum PNS itu menuliskan nama-nama pejabat yang terlibat dalam pemungutan tarif parkir. Menurut Ahok, dia sempat menuliskan nama Sekretaris Dewan Sotar Harahap di atas secarik kertas bermaterai namun dicoretnya lagi.

"Di pengakuannya ada Sekwan, eh tapi dicoret lagi. Sekwan juga disebutin namanya terus dicoret. Ya sudah yang penting sudah diambil buktinya, ada materainya," kata mantan Bupati Belitung Timur tersebut.

(aws/dnu)


Berita Terkait