Pantauan di lokasi, Selasa (1/9/2015), pertemuan perwakilan buruh dengan para menteri selesai sekitar pukul 15.45 WIB. Setelah keluar, Menko Polhukam Luhut Panjaitan mengatakan ada beberapa kesepakatan yang terjadi antara pemerintah dan para buruh.
"Kami sudah berbincang dengan buruh ada kesekapatan kita janji setiap sebulan atau dua bulan akan berbincang dengan serikat buruh. Pemerintah pada dasarnya mempunyai program yang melindungi buruhnya. Tapi proses perbaikan tidak bisa diselesaikan dengan cepat. Karena pemerintah baru bekerja efektif 6 bulan dan saya jelaskan tadi keadaan ekonomi Indonesia seperti apa," terang Luhut kepada wartawan.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Luhut menambahkan, pihaknya mendapatkan banyak sekali masukan dari para presiden buruh. Dirinya juga sangat mengapresiasi para buruh karena melakukan demonstrasi dengan tertib.
"Banyak masukkan dari Andi, Dofir dan Pak Iqbal jadi saya pikir sudah mencapai hal-hal bagus. Demo berjalan dengan baik itu hak demokrasi teman-teman buruh bagaimana mengingatkan pemerintah mungkin ada hal-hal yang terlupakan. Presiden sangat concern dengan buruh. Saya bertemu dengan Presiden dan beliau titip salam untuk teman-teman buruh," terang Luhut.
Soal tuntutan buruh, Luhut mengatakan pihaknya akan memenuhi. Namun semua harus melalui proses yang sudah ada termasuk masalah BPJS.
"Sebagian besar kita penuhi tapi balik lagi tetapi semua perlu proses. Overall kitaย sudah menemukan kesepakatan yang sama," terang Luhut.
Lalu bagaimana dengan persoalan pekerja Tiongkok?
"Pak hanif sudah menjelaskan buruh asing sejak 2012 ada 76 ribu dan terus menurun sekarang tinggal 56 ribu dan dari Tiongkok hanya 13 ribu. Kalau dari Tiongkok banyak yang masuk itu masuk akal karena investasi mereka besar tetapi kita perhatikan juga karena adanya kesetaraan. Buruh kita di luar negeri juga besar tetapi mereka (negara lain) tidak ribut membesar-besarkan yang tidak perlu," jawab Luhut. (ear/spt)











































