Hal ini didapatkan JK setelah melakukan lawatan kerja ke Korea Selatan selama 6 hari pada pekan lalu. Kepada Emil Salim, JK menceritakan solusi untuk keluar dari middle income trap adalah produktifitas.
"Produktivitas berarti output, persatuan jam kerja harus naik. Dan produktivitas intinya ada kreativitas dan kreativitas intinya otak. Oleh karena ini capacity building yang beliau tekankan," ujar Emil Salim di Kantor Wapres, Jalan Medan Merdeka Utara, Jakarta, Selasa (1/9/2015).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Kalau Korsel bisa, kita pun bisa mempunyai kemampuan itu. Soalnya kita harus kerja keras. Jangan cekcok-cekcok, jangan politikan macam-macam, kerja!!" tegas Salim.
Salim datang bertemu untuk membahas rencana kehadiran JK di New York pada pertengahan September mendatang dalam acara New York Summit. JK akan memimpin delegasi Indonesia. Dia memberi masukan, Indonesia menghadapi masalah yang sangat penting soal jumlah penduduk usia muda dominan.
"Dari jumlah muda 15-60 tahun itu lebih besar dari yang tua dan yang kecil. Oleh karena itu, penduduk ini mempunyai kapsitas pembangunan yang dahsyat sekali," ucapnya.
"Untuk apa? Untuk membantu RI keluar dari perangkap middle income trap, negara berkembang. Jadi kita musti mencapai itu dengan memanfaatkan penduduk yang muda itu. Jadi kita punya waktu 15 tahun, dari 2015 ke 2030. Melalui cara pembangunan yang berlanjut, sustainable," sambungnya. (fiq/mok)











































