Ada Asa Terpendam di Balik Akik dari Sopir Metro Mini untuk Presiden

Ada Asa Terpendam di Balik Akik dari Sopir Metro Mini untuk Presiden

Bagus Prihantoro Nugroho - detikNews
Selasa, 01 Sep 2015 16:28 WIB
Ada Asa Terpendam di Balik Akik dari Sopir Metro Mini untuk Presiden
Foto: Bagus Prihantoro
Jakarta - Tagor Napitupulu adalah salah satu pengemudi Metro Mini yang berkesempatan makan siang dengan Presiden Joko Widodo. Kesempatan itu tak disia-siakan Tagor. Cincin batu akik Bulu Macan miliknya pun diberikan untuk Jokowi.

Rupanya masih ada keinginan Tagor yang belum tersampaikan kepada Bapak Presiden. Tetapi dia memaklumi karena jadwal Presiden Jokowi yang padat.

"Sebetulnya kalau tadi saya berkesempatan maju ke depan tadi, saya mau sampaikan tentang susahnya mencari penumpang bus saat ini. Belum lagi nanti kalau ada kereta cepat itu," ungkap Tagor usai acara makan siang bersama di Istana Negara, Jl Veteran, Jakarta Pusat, Selasa (1/9/2015).

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Di sela acara makan siang, Jokowi memang memanggil satu per satu perwakilan instansi moda transportasi yang hadir. Mulai dari ojek pangkalan, Go-Jek, Kopaja, Kopamini, hingga taksi.

Sayangnya ketika kesempatan untuk Metro Mini tiba, Jokowi masih harus menghadiri agenda lain yang tak kalah penting. Pria nomor satu RI itu harus menemui masyarakat di Kecamatan Tambora dan Kedoya, Jakarta Barat sesuai jadwal yang diagendakan.

"Sebetulnya kereta cepat itu tidak apa-apa, tapi mungkin bisa ada aturan supaya diintegrasikan. Kemudian lagi, kalau memang semua mau dibikin kereta, mungkin bisa disediakan lapangan kerja lain untuk kami para sopir-sopir ini," ungkap Tagor.

Tetapi mungkin uneg-uneg itu memang belum bisa disampaikan saat ini, pikir dia. Maka itu sebuah cincin yang dia berikan itu dia harap bisa membuat Jokowi selalu ingat dengan para masyarakat kecil, khususnya sopir bus.

"Baru pertama kali saya ke sini (Istana Negara). Bapak itu mau merakyat seperti ini. Kayaknya sama kita terbuka itu ya. Itu pun, jadi itulah kami harus nurut sama bapak itu. Ini Istana rakyat, untuk rakyat," ujar Tagor yang sampai tak kuasa menyusun kata-kata.

"Can you speak english? I can speak a little, i just want to say, glad to see you," ungkap dia kemudian. (bpn/mok)


Anda menyukai artikel ini

Artikel disimpan

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Belum ada komentar.
Jadilah yang pertama berkomentar di sini