"Kabut asap sejak pagi tadi sangat tebal. Jarak pandang hanya 200 meter. Ini tidak memungkinkan untuk penerbangan maupun pendaratan pesawat," kata General Manager PT Angkasa Pura II Bandara Supadio Pontianak, Bayuh Iswantoro, kepada detikcom, di Bandara Supadio, Kubu Raya, Selasa (1/9/2015).
Bayuh mengatakan operasional bandara dibuka pada pukul 06.00 WIB. Namun akibat tebalnya kabut asap, bandara baru dapat beroperasi pada pukul 09.15 WIB. Kondisi ini membuat jadwal penerbangan terganggu.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
![]() |
"Tadi pesawat pertama terbang ada beberapa maskapai penerbangan jarak dekat, seperti tujuan Sintang, Ketapang, dan Kapuas Hulu menggunakan Trigana Air dan Kalstar, dan beberapa penerbangan jarak jauh tujuan Jakarta dan Surabaya, termasuk Kuching baru dapat dilakukan di atas pukul 09.00 WIB," jelasnya.
Sementara akibat penundaan penerbangan ini, terjadi penumpukan penumpang di ruang tunggu. Penumpang terpaksa menunda keberangkatan akibat jadwal penerbangan seluruh maskapai mengalami delay selama 4 jam.
"Saya dari setengah enam datang ke sini, mau berangkat tujuan Sintang, namun sampai pukul 10.00 WIB belum juga ada kepastian keberangkatan. Ini sudah diinformasikan, karena pesawat terganggu akibat kabut asap," kata penumpang Kalstar tujuan sintang, Alexander.
![]() |
"Saat ini semua kekuatan Manggala Agni tengah memadamkan api di Desa Mekar Sari yang telah mendekati perkebunan kelapa sawit warga, kita berharap kebakaran dan asap dapat segera teratasi," kata Kepala BKSDA Kalbar, Sustyo Iriono yang memimpin langsung pemadaman api di Desa Mekar Sari.
Petugas kesulitan sumber air akibat kekeringan. Agar api tidak meluas menjangkau daerah yang belum terbakar, saat ini upaya pencegahan dengan membuat parit dan sekat-sekat untuk melokalisir meluasnyanya lokasi kebakaran. (try/try)













































