"Subhanallah, alhamdulillah bisa sampai di sini. Rasanya nggak bisa diungkapkan dengan kata-kata," tuturnya bercerita kepada tim Media Center Haji (MCH) PPIH Arab Saudi 2015, Selasa (1/9/2015).
Walau baru akan berusia 20 tahun pada bulan Oktober nanti, perempuan yang memiliki nama lengkap Arinta Prokasih ini tidak takut berangkat haji sendirian. Doanya yang pertama kali di depan kabah adalah agar dicukupkan rezekinya supaya bisa datang kembali ke Tanah Suci bersama keluarga.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Arinta mengaku sudah mulai menabung untuk naik haji sejak berusia 12 tahun. Orang tuanya yang sudah berhajilah yang meminta Arinta untuk bisa merasakan pengalaman spiritual di Tanah Suci.
"Ibuku bilang ini buat ibadah," tuturnya.
"Yang penting rukun Islamnya sudah selesai semua," jawab Arinta saat ditanya kenapa memilih berhaji di saat teman-teman seumurannya mungkin lebih memilih jalan-jalan atau shopping.
Ketika melakukan umroh kedatangan di Masjidil Haram, Arinta dan bersama dua orang lainnya dari Kloter 1 Lombok sempat terpisah dari rombongan. Pada saat itu mereka sudah selesai melakukan thawaf, meskipun terpisah Arinta mengaku tetap tenang karena pesan ibunya.
"Dibilang sama ibuku kalau pisah jangan panik. Pasti ketemu sama rombongan. Kalau nggak di sana kan banyak petugas hajinya juga. Pasti bakalan diantar balik ke maktab," tutur calon sarjana hukum dari Universitas Mataram ini.
Setelah bertemu dengan petugas haji, Arinta dan 2 anggota rombongan lainnya dipandu untuk sa'i. Di ujung perjalanan sa'i, atas kehendak Allah, Arinta bertemu kembali dengan rombongannya.
"Terima kasih ya, Om," tuturnya sopan sambil berlalu untuk melakukan tahallul. (gah/aan)










































