"Itu menampakkan pimpinan DPR terkesan mewah. Terlalu eksklusif," kata politikus PDIP Masinton Pasaribu di Gedung DPR, Senayan, Jakarta Pusat, Selasa (1/9/2015).
Karpet merah itu memang terbentang dari pintu masuk menuju lift yang digunakan khusus bagi pimpinan dewan. Queue pole dipasang di sekitar karpet sehingga tak sembarang orang boleh melintasinya.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Sebelumnya, Protesย datang dari Wakil Ketua MPR, Oesman Sapta Odang. Menurutnya, karpet merah harusnya terpasang hanya bila ada tamu negara.
"Kalau ada tamu negara, baru dipasang karpet merah," kata Oesman Sapta kepada wartawan.
Dia mengaku tidak mengetahui asal muasal karpet itu terpasang. Oesman Sapta mengatakan bahwa keluhan ini belum pernah ia komunikasikan langsung dengan pimpinan dewan lainnya. Tetapi, dia menganggap sudah sewajarnya dicopot.
"Lo pikir orang hormat gara gara karpet? Tapi karena isi manusianya. Minta dicabut lah, orang lewat kan terganggu," ujarnya.
(imk/tor)











































