Setidaknya ada 8 tuntutan buruh dalam gerakan unjuk rasa 1 September ini. Menurut Presiden Konfederasi Serikat Buruh Sejahtera Indonesia (KBSI), Andi Gani mereka akan diterima oleh 5 menteri di kantor Kemenkopolhukam.
"Kami akan bertemu 5 menteri di kantor kemenkopolhukam. Kami beri deadline untuk pemerintah menyelesaikan permasalahan-permasalahan ini," ungkap Andi dalam pernyataan persnya di depan Istana, Jl Medan Merdeka Utara, Jakpus, Selasa (1/9/2015).
Menurut Andi, perwakilan buruh dijanjikan untuk bertemu Menko Polhukam Luhut B Panjaitan, Menkes Nila Moeloek, Menaker Hanif Dhakiri, Menkeu Bambang Brodjonegoro, dan Menko Perekonomian Darmin Nasution.
Dalam aksinya mereka menuntut agar hak para buruh terselamatkan. Mereka meminta kenaikan upah minimal 22 persen pada tahun 2016, pengesahan RUU Pekerja Rumah Tangga, Perbaikan layanan BPJS Kesehatan, penurunan harga sembako dan BBM, tolak PHK, tolak pekerja asing, revisi jaminan pensiun, dan berbagai tuntutan lainnya. Buruh juga meminta agar aktivis buruh yang dipenjara dibebaskan.
"Maraknya aktivis buruh di era demokrasi yang dikriminalisasi, bukan cuma KPK saja. Ada yang dari serikat buruh Purwakarta, Jakatra. Kami minta pemerintah membebaskan kawan-kawan kami," ujar Presiden KSBSI, Moh Dofir dalam kesempatan yang sama.
Saat ini perwakilan buruh tengah menuju Kantor Kemenkopolhukam di Jl Medan Merdeka Barat. Sementara itu massa buruh masih menunggu di depan Istana. Ada yang masih berorasi, namun juga ada yang beristirahat dengan duduk-duduk di trotoar atau di bawah pohon.
"Kami akan tunggu sampai jam 17.00 WIB di depan Istana Negara sampai ada jawaban atau respon dari pemerintah," tutup Dofir sambil berlalu menuju kantor Kemenkopolhukam. (elz/mok)











































