Hal itu dipaparkan dalam laporan Rancangan Renstra DPR 2015-2019. Wakil Ketua BURT Dimyati Natakusumah dalam saat rapat paripurna di Gedung DPR, Senayan, Jakarta Pusat, Selasa (1/9/2015) menyampaikan singkat laporan itu, tetapi tidak memaparkan secara rinci terkait proyek DPR.
"Perpustakaan yang akan dibangun dan dikembangkan oleh DPR tidak hanya untuk kebutuhan DPR, tapi juga untuk masyarakat luas karena konsep yang diusung adalah pusat pengetahuan," bunyi laporan tersebut.
Perpustakaan tersebut direncanakan berkonsep sebagai knowledge center. Perpustakaan itu menyimpan koleksi buku dan koleksi digital di samping Arsip dan dokumentasi.
"Minimal menampung 1 juta koleksi," tulisnya.
Rencananya, perpustakaan itu dapat menampun 200 pengunjung. Fasilitas lain juga dipersiapkan dengan tujuan perpustakaan DPR sebagai pusat demokrasi Indonesia.
"Di gedung perpustakaan akan dilengkapi jaringan hotspot, ruang baca manual dan digital, dan memiliki daya tampung 200 pengunjung," paparnya.
DPR sebenarnya sudah memiliki perpustakaan di Gedung Nusantara II. Selama ini, perpustakaan tersebut masih sepi pengunjung. (imk/tor)











































