Ribuan Buruh Bergerak Rapi ke Istana

Ribuan Buruh Bergerak Rapi ke Istana

Edward Febriyatri Kusuma - detikNews
Selasa, 01 Sep 2015 12:11 WIB
Ribuan Buruh Bergerak Rapi ke Istana
Foto: Iwabn Sahlami
Jakarta - Ribuan buruh yang sudah berkumpul di Patung Kuda di Jl Medan Merdeka Barat mulai bergerak ke Istana Merdeka di Jl Medan Merdeka Utara. Mereka bergerak dengan rapi sambil membawa spanduk dan bendera.

Massa yang terdiri dari Pasukan Gardan Lokal, Serikat Pekerja Seluruh Indonesia, Serikat Pekerja Indonesia berbaris sesuai kelompok masing-masing. Mereka memakai kaos seragam sesua kelompoknya, ada yang merah, hijau dan biru. Mereka semakin semagat dengan membawa spanduk dan bendera kelompok.

Foto: Elza Astari

Seorang koordinator buruh yang berada di mobil komando juga mengingatkan para buruh untuk tidak berjalan di trotoar dan menginjak taman yang berada di Jalan Medan Merdeka Barat.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Kita harus menunjukkan ke Istana jika buruh turun ke istana dengan rapi," orasinya dari dari atas mobil komando, Selasa (1/9/2015) pukul 12.45 WIB.

Akibat dari banyaknya massa buruh, polisi menutup lalu lintas dari Jalan MH Thamrin menuju Jalan Medan Merdeka Barat. Polisi juga menutup Jalan Budi Kemuliaan yang mengarah ke Medan Merdeka Barat dan Jl Medan Merdeka Selatan.

Untuk mengamankan demo buruh, banyak polisi berjaga-jaga di lokasi. Selain polisi, TNI, Satpol PP dan Dishub DKI juga ikut membantu mengamankan jalannya demo.

Demonstrasi hari ini digalang oleh Konfederasi Serikat Pekerja Indonesia (KSPI) pimpinan Said Iqbal,Β  Konfederasi Serikat Pekerja Seluruh Indonesia (KSPSI) pimpinan Abdul Andi Gani dan Konfederasi Serikat Buruh Sejahtera Indonesia (KSBSI) pimpinan Moh Dofir. Mereka mengklaim akan mengerahkan 48 ribu buruh. Mereka juga menjamin demo ini berjalan aman dan tertib.

Dalam demo kali ini para buruh meminta sejumlah tuntutan yakni agar Jaminan Hari Tua (JHT) diperbaiki agar tidak merugikan buruh, buruh jangan dikriminaliasi, Tenaga Kerja Asing (TKA) jangan sampai menggilas buruh lokal dan sistem pengawasan dilakukan pusat sehingga apabila ada perusahaan yang melakukan pelanggaran maka bisa segera ditindak. Β 

Gubernur Ahok dan Kapolda Metro Jaya bermaksud melokalisir demo di kawasan Monas lalu mengundang para pejabat untuk menemui mereka di Balai Kota. Ini untuk mencegah massa long march ke Kemenkes di Jl HR Rasuna Said dan Kemenaker di Jl Gatot Subroto. (spt/nrl)



Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 


Hide Ads