Pidato di New York, Ketua DPR: PBB Harus Direformasi

ADVERTISEMENT

Pidato di New York, Ketua DPR: PBB Harus Direformasi

Elvan Dany Sutrisno - detikNews
Selasa, 01 Sep 2015 10:16 WIB
Foto: elvan dany sutrisno
Jakarta - Ketua DPR Novanto menyampaikan pidato tentang pentingnya peran demokrasi dalam perdamaian dan pembangunan berkelanjutan. Pidato tersebut disampaikan pada Konferensi Ketua Parlemen Dunia ke-4 di New York pada tanggal 31 agustus-2 september 2015.

"Konferensi ini bersamaan waktunya dengan 70 tahun usia Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB).   Demokrasi seringkali hanya menjadi prosedur demokrasi, bukan substansi perjuangan aspirasi rakyat," kata Ketua DPR Setya Novanto dalam pidatonya di hadapan Konferensi Ketua Perlemen Dunia ke-4 di New York, Amerika Serikat, seperti siaran pers, Selasa (1/9/2015).

Demokrasi seharusnya bisa melindungi minoritas dan mayoritas. Demokrasi harus diterapkan konsisten tak hanya di negara masing-masing tapi juga dalam pergaulan international.

Novanto mengatakan, PBB menginjak usia 70 tahun, perlu evaluasi sistemik melalui reformasi PBB yaitu meninjau  ulang tata kelola organisasi sehingga setiap negara bisa duduk sama rendah, berdiri sama tinggi. Sebagai negara demokrasi dengan dengan 260 juta penduduk, Indonesia berusaha mencapai target pembangunan berkelanjutan.

"DPR RI menyiapkan peraturan pendukung, anggaran dan pembentukan panja MDGs yang sekarang bertransformasi menjadi SDGs atau sustainable development goals. Beberapa hasil MDGs yaitu pendidikan dasar untuk semua, penurunan tingkat kemiskinan dan kesetaraan gender," katanya.

Rombongan delegasi terdiri dari wakil ketua Fadli Zon, Nurhayati Ali Assegaf, Tantowi Yahya,  Michael Wattimena, Juliari P. Batubara , Roem kono dan Aziz Syamsuddin. (van/tor)


ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT