Kabut Asap Pekat, Siswa SD di Pekanbaru Terpaksa Diliburkan

ADVERTISEMENT

Kabut Asap Pekat, Siswa SD di Pekanbaru Terpaksa Diliburkan

Chaidir Anwar Tanjung - detikNews
Selasa, 01 Sep 2015 08:02 WIB
Foto: Femi (ilustrasi)
Pekanbaru - Kabut asap dari kebakaran lahan di Riau berimbas pada dunia pendidikan. Siswa SD dan TK di Pekanbaru terpaksa diliburkan demi kesehatan.

Pagi hari ini, Selasa (1/9/2015), kabut asap pekat kembali menyelimuti langit Pekanbaru. Bau asap terasa menyengat dihidung. Warga pun mulai banyak yang beraktivitas dengan sepeda motor menggunakan masker.

Kondisi asap yang dinilai terus memburuk, membuat sejumlah SD mengambil keputusan untuk meliburkan siswa-siswinya. Meliburkan aktivitas belajar mengajar ini, terutama diberlakukan untuk siswa kelas 1 sampai kelas 3.

Para siswa tersebut, dianggap paling rentan terserang penyakit ISPA bila musim asap telah tiba. Namun untuk kelas 3 sampai 6, aktivitas belajar seperti biasa. Begitu juga dengan SMP dan SMA sederajat.

"Hari ini siswa kelas 1 sampai 3 kita liburkan karena asap. Apa bila besok pagi asap menipis kembali masuk, namun apa bila kondisinya seperti hari ini tetap kita liburkan," kata Ibu Rodiah guru SD Negeri 110, di Panam, Kecamatan Tampan Pekanbaru kepada detikcom.

Pemkot Pekanbaru dalam menyikapi kabut asap untuk dunia pendidikan, memang telah membuat keputusan apa bila kondisi asap pekat, maka aktivitas sekolah boleh diliburkan.

Keputusan untuk meliburkan, diberikan kewenangan penuh terhadap masing-masing sekolah. Karena memang, kondisi kabut asap di masing-masing kecematan tingkat kepekatannya saling berbeda.

Untuk di Kecamatan Tampan, hari ini memang asap cukup pekat. Sehingga meliburkan aktivitas belajar ini juga berimbas pada anak di Paud dan TK.

"Anak saya yang di TK hari ini dilburkan karena kondisi kabut asap," ujar Ny Susi (28).

(cha/jor)


ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT