Satpol PP Siap Usir Warga yang Bawa Atribut Politik di CFD

Satpol PP Siap Usir Warga yang Bawa Atribut Politik di CFD

Ayunda Windyastuti Savitri - detikNews
Selasa, 01 Sep 2015 07:32 WIB
Satpol PP Siap Usir Warga yang Bawa Atribut Politik di CFD
Foto: rengga sancaya
Jakarta - Gubernur DKI Jakarta Basuki T Purnama menegur kelompok Dukung Ahok Gubernur (DAG) karena menggelar aksi pengumpulan KTP untuknya saat car free day, Minggu (30/8). Melalui aku Twitter-nya Ahok menumpahkan kekecewaannya dan meminta Satpol PP untuk bertindak langsung.

"Saya sudah kasih tahu sama Satpol PP harus tindak tegas, nggak boleh seperti itu. Pengamananya harus langsung diusir," ujar Ahok di Balai Kota, Jl Medan Merdeka Selatan, Jakarta Pusat, Senin (31/8) lalu.

Menanggapi permintaan Ahok, Kasatpol PP DKI Kukuh Hadi Santoso akan menindak siapa saja yang membawa atribut bernuansa politik selama kegiatan olah raga car free day berlangsung. Sebab berdasarkan Peraturan Gubernur (Pergub) No 119 Tahun 2012 tentang Hari Bebas Kendaraan Bermotor, Kukuh menegaskan tujuan diselenggarakannya CFD untuk membersihkan kondisi udara jalan protokol dari polusi udara dengan menyediakan lokasi bagi warga untuk berolahraga setiap minggunya di jalan protokol.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Saya ikuti pesan Pak Gubernur. Pak Gubernur memerintahkan, walaupun gerakan politiknya mendukung beliau (kalau di CFD) harus disikat. Beliau taat kepada konstitusi, aturan. Kalau kata beliau harus disikat, walaupun (aksi itu) dukung beliau ya saya sikat," kata Kukuh saat dihubungi, Selasa (1/9/2015).

Kukuh meminta warga jika menemukan ada aksi atau atribut berbau politik dalam gelaran car free day, segera melapor ke Satpol PP. Dengan 200 personel yang bersiaga, Kukuh yakin bisa langsung mengambil tindakan di lokasi saat itu juga.

"Tidak semua kegiatan di car free day itu terdaftar. Ada yang spontan beraksi, tiba-tiba menyuarakan dukungan tertentu. Kita kan tidak tahu niatnya," sambung dia. (aws/jor)



Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 


Hide Ads