"Nasinya kurang saya. Di kampung biasa makan 3 piring," tutur Laupe (8) yang berasal dari kloter 1 UPG di Hotel Arkan Bakkah, tempatnya menginap, Senin (31/8/2015).
Untuk mengakali itu Laupe mengaku sudah mempersiapkan rice cooker yang dibelinya dari Madinah. Bagi Laupe, lauk tidak perlu banyak tapi nasi harus banyak.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Saya masak di kamar, nasi buat rame-rame," tutur Laupe yang sebenarnya sudah tahu kalau memasak sudah dilarang di penginapan.
Tanggapan berbeda dituturkan oleh jemaah lainnya, Andi Baso Rachman. Menurut pria yang bekerja di Kementerian Perindustrian ini, menu dan kuantitas makanan katering ini sudah pas.
"Nabi juga menyarankan makan jangan terlalu kenyang," tuturnya sambil menikmati paket makanan yang terdiri dari nasi, sapi lada hitam, telur dadar, zukini kare, buah jeruk, dan minuman air putih.
Kepala Daker Makkah Arsyad Hidayat mendengar keluhan dan masukan dari para jemaah soal katering ini. Di tengah-tengah inspeksinya, Arsyad mengaku akan mneruskannya ke pihak-pihak terkait.
"Ini supaya mendukung mereka bisa menunaikan ibadah dengan tenang," sahutnya. (gah/jor)











































