Unjuk Rasa 1 September, Kapolda Metro: Tak Boleh Sweeping dan Blokir Jalan

Unjuk Rasa 1 September, Kapolda Metro: Tak Boleh Sweeping dan Blokir Jalan

Mei Amelia R - detikNews
Senin, 31 Agu 2015 21:04 WIB
Unjuk Rasa 1 September, Kapolda Metro: Tak Boleh Sweeping dan Blokir Jalan
Foto: Hasan Al Habshy
Jakarta - Kapolda Metro Jaya Irjen Pol M Tito Karnavian menegaskan 2 hal kepada massa buruh yang akan melakukan aksi unjuk rasa besar-besaran, Selasa (1/9) besok. Pada prinsipnya, massa tidak boleh melakukan hal-hal yang menyengsarakan masyarakat banyak.

"Pertama, sebelum aksi jangan ada sweeping. Karyawan yang tidak ingin ikut dalam aksi penyampaian pendapat, jangan dipaksa," kata Kapolda Irjen Tito di Mapolda Metro Jaya, Jakarta, Senin (31/8/2015).

Kapolda telah memerintahkan Kapolres jajaran untuk memastikan hal ini. Ia tegaskan, ada upaya hukum bagi massa buruh yang melakukan aksi sweeping.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Saya sampaikan ke Kapolres, kalau nanti ada yang melakukan aksi sweeping, tangkap dan tindak tegas," tegasnya.

Kapolda juga menekankan kepada massa buruh untuk tidak melakukan pemblokiran jalan. Massa diminta menghormati hak-hak masyarakat umum yang akan menggunakan fasilitas jalan.

Untuk memastikan tidak ada pemblokiran jalan, jajaran kepolisian akan melakukan pengawalan secara estafet kepada massa buruh hingga ke titik pusat konsentrasi massa.

"Jangan sampai masyarakat khawatir. Kalau pun ada pelanggaran lalu lintas sampai menutup jalan, tindak tegas, jangan ragu-ragu," imbuhnya.

Kapolda juga meminta agar koordinator lapangan menyampaikan poin-poin tersebut kepada para peserta demo. Sehingga pada pelaksanaannya, buruh melakukan aksi dengan tertib.

Pada prinsipnya, Polda Metro Jaya siap melayani massa buruh. Tetapi, Tito juga meminta agar massa buruh melakukan aksinya dengan tertib dan tidak anarkis.

(mei/jor)


Berita Terkait