"Saya kira ini ada usaha keras, bukan hanya rekayasa, untuk gagalkan Pilkada Surabaya (ditunda) ke tahun 2017," kata Zulkifli di Gedung DPR, Senayan, Jakarta Pusat, Senin (31/8/2015).
Salah satu alasan KPUD Surabaya mencoret Rasiyo-Abror adalah adanya perbedaan antara scan SK rekomendasi DPP PAN yang dikirimkan di awal dengan yang disusulkan kemudian. Zulkifli pun mengungkapkan alasannya.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Alasan kedua pencoretan Rasiyo-Abror adalah ketiadaan surat bebas tunggakan pajak dari Abror. Zulkifli pun menyesalkan mengapa hal itu tidak dikomunikasikan sejak awal.
"Cuma belum nyatakan lampirkan surat SPPT. Kan tinggal dilampirkan kalau kurang. Kenapa gak cepat-cepat diberitahu dari awal," ujar Zulkifli.
Upaya-upaya itu disebut sebagai usaha keras dari PAN dalam mengajukan calon di Surabaya. Namun, trik pengagalan itu ternyata masih ada.
"Ini tentu saya kira ada batu di balik udang atau udang di balik batu," ucapnya.
"Pilkada Surabaya, saya berkali-kali mengatakan PAN dan Demokrat bekerja keras dan sungguh-sungguh sangat serius," sambung Zulkifli.
PAN dan PD mengadukan keputusan KPU Surabaya ke Bawaslu dan DKPP. Ketua Bapillu PAN Viva Yoga Mauladi sebelumnya mengungkapkan sudah ada nama-nama calon lain pengganti Abror untuk nanti maju lagi di Surabaya.
Zulkifli mengatakan bahwa PAN masih berusaha agar gugatan itu dikabulkan. Pencarian calon lain adalah opsi terakhir. "Kita cari lagi yang baru terpaksa (kalau ditolak. Kita maunya yang sekarang," tutur Zulkifli. (imk/tor)











































