Massa buruh akan menggelar aksi unjuk rasa serentak di 20 provinsi dan untuk Jabodetabek puluhan ribu akan menggelar long march dari Bundaran HI hingga Istana. Kapolri Jenderal Badrodin Haiti meminta aksi dilakukan dengan tertib.
"Harapan saya besok, unjuk rasa berjalan damai, aman, tanpa ada pelanggaran hukum yang berarti," ungkap Badrodin usai rapat di Kantor Kemenkopolhukam, Jl Medan Merdeka Barat, Jakpus, Senin (31/8/2015).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Saya mengimbau rekan-rekan buruh tidak melakukan sweeping, tidak melakukan kekerasan. Tidak menutup jalan, dan menduduki tempat-tempat tertentu. Oleh karena itu kita hargai. Jika ada yang melanggar hukum, kita akan proses," kata Badrodin.
Ada 11 ribu personel gabungan yang akan terjun mengamankan demo agar berjalan dengan lancar. Meski begitu, Badrodin memastikan tak ada peluru tajam yang akan digunakan jika polisi terpaksa mengambil tindakan di lapangan.
"11 ribu masih ada cadangan. Itu gabungan, dari TNI siap. Kita harapkan besok bisa dialog di kantor Gubernur DKI. Menteri Tenaga Kerja dan Menteri Kesehatan bisa mewakili berdialog di sana," ucapnya.
Kapolri datang ke kantor Menkopolhukam untuk melakukan rapat koordinasi. Tampak hadir pula di antaranya Kapolda Irjen Tito Karnavian, Gubernur DKI Basuki T Purnama (Ahok), Pangdam Jaya Letjjen Agus Sutomo, Menaker Hanif Dhakiri, dan beberapa menteri serta pimpinan lembaga negara lainnya.
Menkompolhukam Luhut B Panjaitan memastikan pemerintah akan mengakomodir hak demokrasi setiap warga negara. Namun senada dengan Kapolri, Luhut meminta peserta demo berlaku tertib.
"Kita sekali mengakomodasi hak-hak demokrasi, tapi bagi pelanggar hukum yang dilakukan akan kami tindak tegas," demikian pernyataan tegas Luhut dalam kesempatan yang sama
Pangdam Jaya pun mengatakan, jajarannya siap membantu polisi dalam menghadapi demo besar-besaran besok. Ada 17 pasukan SSK (satuan setingkat kompi) dari Kodam Jaya yang diturunkan dan akan berjaga di titik-titik rawan.
"Kita akan siapkan 17 SSK. Semoga demo berjalan dengan lancar," ucap Agus Sutomo yang juga hadir dalam rapat.
Aksi demo yang direncanakan akan melibatkan ribuan buruh itu memiliki 9 poin aspirasi yang menjadi tuntutan buruh. Di antaranya, turunkan harga barang dan BBM, meminta pemerintah untuk mengambil langkah-langkah untuk tidak terjadinya PHK besar-besaran akibat dan situasi ekonomi yang kurang baik. Kemudian buruh juga meminta agar pemerintah menghentikan kemudahan-kemudahan masuknya tenaga kerja asing, kembalikan daya beli khusus tahun 016 adanya kenaikan upah minimum, jaminan kesehatan dan sistem BPJS, jaminan pensiun tak boleh ada diskriminasi, serta tegakkan aturan kesehatan dan keselamatan kerja. (ear/slm)











































