"Mengenai temen-temen buruh yang mau demo besok, kita menghargai hak demokrasi teman-teman buruh. Tapi pelanggaran hukum akan kita tindak tegas. Posisi kita sangat jelas," ungkap Luhut usai rapat di kantornya, Jl Medan Merdeka Barat, Jakpus, Senin (31/8/2015).
"Yang melanggar hukum, yang buat keonaran akan kita tindak tegas. Saya Menko Polhukam menggarisbawahi ini. Pelanggaran hukum kita tindak," sambungnya tegas.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Menghadapi besok ini, Pak Kapolda dan Kapolri sudah beri laporan semua sudah tertata baik. Pak Menaker dan Menkes dalam hal ini BPJS, sudah banyak mengakomodasi," kata Luhut.
Untuk tuntutan buruh, sebenarnya disebut Luhut pemerintah sedang mengusahakannya. Jika ada yang belum sesuai atau tepat sasaran, kata Luhut, hal tersebut masih perlu banyak penyesuaian.
"Pada dasarnya pemerintah ingin buruh sejahtera, tapi perlu ada proses-proses, apalagi melihat ekonomi kita yang seperti ini. Kita sekali lagi mengakomodasi ha-hak demokrasi," tuturnya.
Sementara itu, Kapolri menyatakan pihaknya telah bersiap dalam menghadapi demo buruh besar-besaran esok. Sebanyak 11 ribu personel Polri disiagakan.
"Dan masih ada cadangan. Dari TNI juga siap, ada cadangan-cadangan juga yang disiapkan. Titik-titik diupayakan dari HI hingga istana. Kita harapkan bisa dialog dengan buruh di kantor Gubernur. Menkes dan Menaker bisa mewakili untuk menerima," ucap Jenderal Badrodin di kesempatan yang sama.
Informasi yang diterima jajaran kepolisian disebut Kapolri akan ada 52 ribu buruh untuk demo esok hari. Ia meminta aksi dilakukan dengan tertib.
"Sampai sekarang info yang diterima ada 52 ribu buruh, tapi lihat besok gimana. Harapan saya unjuk rasa bisa berjalan damai," tutupnya. (elz/mok)











































