Puan Maharani yang masih trah dari Soekarno memilih enggan menanggapi rencana pemberian penghargaan itu kepada pimpinan negara komunis tersebut. Puan mengaku tidak ikut andil dalam yayasan Soekarno itu.
"Saya nggak mengikuti yayasan Soekarno, yayasan Soekarno tanya ke Pak Guruh (Guruh Soekarnoputra-red)," kata Puan di sela acara peluncuran buku 'Mozaik Demografi' di Graha Bimasena, Hotel Dharmawangsa, Jakarta Selatan, Senin (31/8/2015).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Saya mengerti, itu pasti. Tapi kita tetap jalan (memberikan penghargaan). Itu propaganda (negara) barat lalu menjelekkan Korut itu yang bilang melanggar HAM," kata Rachmawati di kampus Universitas Bung Karno, Jalan Kimia, Jakarta Pusat, Senin (31/8/2015).
Pemberian penghargaan rencananya akan digelar di Hotel Borobudur pada 27 September 2015 mendatang. Bukan hanya Kim Jong Un saja yang akan mendapat penghargaan. Ada beberapa pemimpin negara yang juga akan diberi penghargaan oleh Yayasan Pendidikan Soekarno. Seperti mantan Perdana Menteri Malaysia Mahathir Mohamad, mantan Presiden Kuba Fidel Castro, Hugo Chavez dari Venezuela, Raja Abdullah II dari Yordania, dan King Mohammed VI dari Maroko. (dhn/mok)











































