Masalah Air Bersih di Jakut, Ahok: Subsidi Hingga Gratis Penyambungan Pipa

Masalah Air Bersih di Jakut, Ahok: Subsidi Hingga Gratis Penyambungan Pipa

Ayunda Windyastuti Savitri - detikNews
Senin, 31 Agu 2015 12:24 WIB
Masalah Air Bersih di Jakut, Ahok: Subsidi Hingga Gratis Penyambungan Pipa
Foto: Rachman Haryanto
Jakarta - Sejumlah pemukiman di kawasan Jakarta Utara (Jakut) seperti Muara Angke dan sebagainya harus membeli air bersih ke penjual air, karena air di sana tak layak konsumsi. Atas masalah ini Ahok sudah mengirim surat ke DPRD untuk meminta agar pemasangan pipa air untuk warga tidak mampu hanya dikenakan Rp 1.050 dengan batas 10 meter kubik setiap bulannya.

"Tanggapan saya, saya sudah kirim surat ketiga kepada DPRD bahwa lebih baik (warga kurang mampu bayar) Rp 1.050 dan dibatasi 10 (meter) kubik," ujar Ahok di Balai Kota, Jl Medan Merdeka Selatan, Jakarta Pusat, Senin (31/8/2015).

Ahok pun telah memerintahkan kepada Dirut PT PAM Jaya yang baru, Erlan Hidayat yang menggantikan Sri Widayanto Kaderi untuk bekerjasama atau mengakuisisi dua operator penyedia air bersih yaitu PT Palyja (yang mengelola wilayah bagian Barat Jakarta) dan PT Aetra (yang mengelola air wilayah bagian Timur Jakarta). Dengan begitu, pemasangan pipa air untuk warga Ibu Kota yang tidak mampu bisa dilakukan gratis.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Selain itu, setiap bulannya pembayaran air per kubiknya juga bisa disubsidi agar semua warga DKI bisa memperoleh air bersih. Selama ini yang terjadi, warga kurang mampu di Ibu Kota harus membayar pemasangan pipa air bersih seharga Rp 25-30 ribu. Hal ini menyebabkan tidak semua orang bisa mendapat air bersih.

"Nanti semua orang yang disambungin pipa PAM itu enggak perlu bayar. Yang penting dia bayar air per kubiknya harus di subsidi. (Selama ini) Mereka beli air Rp 25-30 ribu dan itu mahal. Itu yang akan kita kerjakan," urainya.

"Tahun depan baru akan terasa," pungkasnya. Ahok juga sudah berkali-kali menegaskan pihaknya harus mengakuisisi dua perusahaan pengelola air bersih milik Inggris dan Prancis yang ada di Jakarta. (aws/slm)



Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 


Hide Ads