Pembukaan dihadiri oleh Kasdam Jaya Brigjen Ibnu Widodo mewakili Pangdam Jaya Letjen Agus Sutomo, Ketua Yayasan UBK Rachmawati Soekarnoputri, dan mantan Pangab Jenderal (Purn) Joko Santoso. Pameran ini dimaksudkan untuk mengenalkan sistem persenjataan sekaligus ingin mendekatkan diri TNI dengan rakyat.
"Kodam Jaya di era keterbukaan ini berkomitmen untuk memberikan informasi kepada masyarakat termasuk perkembangan alutsista dalam bentuk yang proporsional," ujar Ibnu dalam sambutannya di lokasi acara, Kampus UBK, Jl Kimia, Jakpus, Senin (31/8/2015).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Suatu kehormatan bagi UBK dengan adanya pameran alutsista ini. TNI AD lahir dari rakyat oleh rakyat dan untuk rakyat. Sehingga tidak ada kejanggalan apabila pada hari ini penyelenggaraan alutsista dilakukan di lingkungan civitas UBK," tutur Rahma.
Dalam pameran kali ini, terlihat sejumlah panser Anoa, termasuk Anoa Intai. Kemudian juga dipamerkan sistem persenjataan seperti Merian 57 MM-S60, Komposit Rudal Grom, Mobile Missile Launcher (MML) Poprad, dan juga berbagai perlengkapan bertugas TNI AD.
Acara pembukaan dimeriahkan dengan demo beladiri TNI Yong Moodo, Kolose Senjata, dan juga aksi wall climbing pendaki tuna dhaksa Sabar Gorky yang baru saja melakukan pendakian ke Puncak Gunung Cartenz, Papua. Bukan hanya mahasiswa saja yang hadir dalam pameran ini, namun banyak di antaranya datang pelajar SMP, SMA, dan SD.
"Aku suka lihat tank. Nanti kalau gede aku mau jadi tentara," ujar siswa SDN 05 Penggangsan, Fio Tegar, yang tampak tertarik dengan Panser Anoa.
Acara yang digelar mulai hari ini hingga besok, Selasa (01/09), juga dilengkapi dengan Seminar tentang Proxy War. Kegiatan lain seputar kemiliteran juga akan digelar dalam kesempatan ini.
(elz/mok)











































