RJ Lino Ancam Mundur dari Dirut Pelindo II, Ini Reaksi Sofyan Djalil

RJ Lino Ancam Mundur dari Dirut Pelindo II, Ini Reaksi Sofyan Djalil

Bagus Prihantoro Nugroho - detikNews
Senin, 31 Agu 2015 11:17 WIB
RJ Lino Ancam Mundur dari Dirut Pelindo II, Ini Reaksi Sofyan Djalil
Foto: Bagus PN
Jakarta - Direktur Utama PT Pelindo II Richard Joost Lino mengancam mundur setelah kantornya digeledah oleh polisi pada Jumat pekan lalu. Ancaman itu dia sampaikan melalui telepon kepada Menteri Perencanaan Pembangunan Nasional/Kepala Bappenas yang juga mantan Menteri Koordinator Perekonomian Sofyan Djalil.

Sofyan Djalil belum mau berkomentar banyak terkait ancaman mundur Lino itu. Kalaupun Lino ingin mundur, maka alurnya adalah disampaikan ke Menteri Badan Usaha Milik Negara Rini Soemarno untuk dilaporkan kepada Presiden Joko Widodo (Jokowi).

"Yang laporkan kan ada menterinya (BUMN) sendiri," kata Sofyan kepada wartawan di Istana Negara, Jl Veteran, Jakarta Pusat, Senin (31/8/2015).

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Menurut Sofyan saat menerima telepon dari dirinya, Lino sedang dilanda emosi. Lino yang baru pulang rapat kaget ketika mendapati kantornya digeledah.

"Jadi marah-marah dia kan. Kebetulan dia bicara depan wartawan. Kesannya seolah-olah bagaimana gitu. Sebenarnya lagi emosi saja dia," imbuh Sofyan.

Dalam percakapan telepon yang diperdengarakan kepada wartawan itu, Lino terang-terangan menyatakan akan mundur jika diperlakukan tidak adil. Dia mengancam mundur karena merasa tak nyaman dengan penggeledahan yang dilakukan oleh polisi di ruang kerjanya.

Semestinya sebelum digeledah, polisi bisa meminta keterangan dari dirinya selaku Direktur Utama PT Pelindo II. "Susah negeri ini seperti ini. Kita kayak dihukum media. Begitu datang, media begitu banyak. Saya seperti dibuat seperti kriminal. Come on Pak. I made this company so rich. Kok malah saya dihukum begini. Enggak fair Pak. Bapak tolong kasih tahu Presiden deh, kalau caranya seperti ini, saya berhenti," kata Lino kepada Sofyan melalui percakapan telepon seperti diperdengarkan kepada wartawan.

(erd/nrl)



Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 


Hide Ads