"(Kita mau) bangun resort di sana dan kasih budidaya ikan, tapi tidak dikasih kavling. Kita mau bagi hasil 80 persen untuk nelayan dan 20 persen untuk kami. Tapi nggak boleh dikasih, kalau dikasih lapak-lapak (untuk) jualan dan lapak-lapak budidaya pasti jual (lagi) ke orang," ujar Ahok di Jl Medan Merrdeka Selatan, Jakarta Pusat, Senin (31/8/2015).
Mantan Bupati Belitung Timur itu juga ingin memperbaharui transportasi untuk Kepulauan Seribu. Di mana nantinya tarif untuk kapal menggunakan sistem pembayaran rupiah per mil (Rp/mil).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Nah kenapa di sana biaya hidupnya begitu tinggi? Karena transportasi. Sekarang kita lagi mau lelang, bayar rupiah per mil. Mungkin kalau yang sepi pagi siang sore, kalau ramai setiap 15 menit ada kapal. Kita lagi kaji," terangnya.
"Jadi kita mau bayar rupiah per mil saja, ada ngga ada penumpang kapal jalan saja. Supaya ini kita bisa membantu subsidi biaya transportasi. Yang mahal di Jakarta kan transportasi, perumahan sama makanan," lanjut Ahok.
Sebelumnya, Ahok juga berencana menambah helikopter untuk Kepulauan Seribu. Jika terealisasi, helikopter akan dioperasikan oleh TNI AU.
Helikopter menurut Ahok bisa digunakan untuk banyak hal. Bukan tidak mungkin difungsikan untuk membantu distribusi air bersih ke Kepulauan Seribu.
Rencana pembelian helikopter ini sudah pernah dibahas dengan pihak TNI AU. Salah satu syarat utama helikopter itu yakni bisa terbang rendah untuk mengangkut orang sakit menuju Jakarta.
Helikopter dengan spesifikasi yang diinginkan tak dimiliki oleh TNI AU, karena itu ditawarkan pada Pemprov DKI untuk membelinya. Namun, semuanya masih dikaji baik dari segi anggaran, hukum maupun sisi kebutuhannya. (aws/mok)











































