KBRI Damaskus Kembali Pulangkan 13 TKW dari Negara Konflik

KBRI Damaskus Kembali Pulangkan 13 TKW dari Negara Konflik

Rina Atriana - detikNews
Senin, 31 Agu 2015 03:04 WIB
KBRI Damaskus Kembali Pulangkan 13 TKW dari Negara Konflik
Foto: KBRI Damaskus
Damaskus - Sebanyak 13 TKW dipulangkan dari negara konflik ke Indonesia oleh KBRI Damaskus. TKW yang dipulangkan adalah mereka yang berhasil diselesaikan masalahnya dan diperjuangkan hak-haknya.

"Kepada yang dipulangkan, hendaklah tidak kembali lagi ke Suriah yang sedang dilanda perang. Masih ribuan orang yang harus kami bantu di sini. Pemerintah RI sudah menghentikan pengiriman tenaga kerja ke sini," kata Kuasa Usaha Ad-Interim (KUAI) Kepala Perwakilan RI di Damaskus, Didi Wahyudi, dalam rilis yang diterima detikcom, Senin (31/8/2015).

Pemulangan dilakukan pada Jumat (28/8) lalu. Hingga saat ini KBRI Damaskus telah merepatriasi sebanyak 7.827 orang WNI dari Suriah sejak tahun 2011 lalu.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Sementara itu di penampungan sementara (shelter), saat ini masih terdapat sekitar 90 (lima puluh) TKW lagi yang masih sedang diperjuangkan hak-haknya, dan masih terus berdatangan ke shelter KBRI Damaskus.

Pemerintah Indonesia telah melakukan moratorium pengiriman tenaga kerja yang dilanjutkan dengan penghentian permanen dan melakukan repatriasi terhadap seluruh WNI di Suriah. Pemerintah juga telah menetapkan bahwa TKW/PLRT yang masuk setelah masa moratorium merupakan korban dari perdagangan orang.

Jumlah pemulangan kali ini tak sebanyak pemulangan-pemulangan sebelumnya. Pejabat Protokol Konsuler sekaligus Pejabat Penerangan Sosial Budaya, AM Sidqi, berharap, akan ada pembicaraan lebih jauh antara pemerintah RI dan Suriah terkait repatriasi TKI ini.

"Jumlah repatriasi kali ini tidak terlalu banyak. Hal ini dikarenakan Pemerintah Suriah mengharuskan setiap TKW membayar tunggakan asuransi wajib sebelum memperoleh exit permit dari Imigrasi Suriah," tutur Sidqi.

"Kami sudah sampaikan laporan ke Jakarta. Diharapkan dalam waktu dekat ada respon positif," pungkasnya. (rna/ahy)


Anda menyukai artikel ini

Artikel disimpan

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Belum ada komentar.
Jadilah yang pertama berkomentar di sini