"Besok (31/8) siang pukul 12.00 WIB, kami berdua (dengan PAN) akan menemui KPU pusat dan juga Bawaslu untuk menyampaikan persoalan ini," kata Sekjen Partai Demokrat Hinca Panjaitan saat menggelar jumpa pers di kantor DPP PAN, Jl Senopati Raya, Jakarta Selatan, Minggu (30/8/2015) malam.
"Kami merasa menggugurkan keduanya itu mencederai akal sehat dan logika kita. Sekalipun secara normatif barangkali akan dibaca peraturannya. Itu juga yang besok siang kami akan mendiskusikan dengan KPU, Bawaslu, ini persoalan serius," imbuhnya.
Menurut Hinca, alasan KPUD Surabaya menggugurkan pasangan yang mereka usung bersama PAN tidaklah terlalu substansif. Pihaknya meyakini Rasiyo dan Dhimam merupakan pasangan yang tepat melawan duet Risma-Wisnu.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Kami percaya kedua pasangan calon ini mempunyai daya saing yang kuat untuk melawan incumbent, Bu Risma dan Pak Wisnu. Kami percaya pertarungan di sana ideal dan baik untuk kita ikuti bersama," lanjutnya.
Hinca menambahkan, PD maupun PAN belum memikirkan untuk mencari pengganti Rasiyo dan Dhimam. Hingga saat ini mereka akan mengambil semua opsi yang bisa dilakukan untuk meloloskan pasangan tersebut.
"Kami belum memikirkan penggantinya. Kan masih 6 hari. Kami akan memperjuangkan pasangan kami yang ini dulu," ungkap Hinca. (rna/ahy)










































