Hore! Sekarang TKI di Luar Negeri dapat Cicil Rumah dengan Mudah

Laporan dari Seoul

Hore! Sekarang TKI di Luar Negeri dapat Cicil Rumah dengan Mudah

Muhammad Taufiqqurahman - detikNews
Senin, 31 Agu 2015 01:20 WIB
Hore! Sekarang TKI di Luar Negeri dapat Cicil Rumah dengan Mudah
Kepala BNP2TKI Nusron Wahid/Foto: Lamhot Aritonang
Seoul - Kabar gembira untuk para buruh migran Indonesia (BMI), Bank Tabungan Negara (BTN) dan BNP2TKI melakukan kerjasama untuk memberikan kemudahan bagi para buruh migran di luar negeri untuk mengajukan kredit rumah. Ini merupakan bagian dari kelanjutan program rumah masyarakat Indonesia.

"Dalam rangka meningkatkan kesejahteraan para TKI di luar negeri, kita ingin memberikan fasilitas pelayanan kredit perumahan kepada para TKI. Kenapa demikian, karena berdasarkan survei kita orang Indonesia termotivasi ingin keluar negeri itu, salah satunya ingin menyekolahkan anak. Kedua, adalah ingin mempunyai rumah," ujar kepala BNP2TKI Nusron Wahid di Seoul, Korea Selatan, Minggu (30/8/2015).

Nusron mengatakan pihaknya menggandeng lembaga keuangan, yaitu BTN yang mempunyai spesialisasi dan spesifikasi pembiayaan perumahan. Selain itu, program ini bagian dari rencana pemerintah mendirikan 1 juta rumah.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Ini percontohannya di Korsel. Kemudian di Hongkong, di Taiwan kemudian nanti di Singapura. Nah, targetnya untuk di Korea ini kita targetkan minimal ada 5.000 setiap tahun," terangnya.

Korsel ditunjuk sebagai daerah percontohan karena pendapatan rata-rata buruh migran Indonesia tergolong tinggi. Selama ini remitensi BMI sekitar 20-25 persen dari total pendapatan. Hal ini berarti 75-85 persen gaji mereka habis digunakan konsumsi di negara setempat.

"Nah ini menjadi tidak baik, nah karena itu supaya tidak konsumtif kita larikan, kita kasih stimulasi dan rangsangan-rangsangan supaya tergerak program seperti perumahan ini," terangnya.

Untuk landed house flafon subsidi sebesar Rp 120 juta dan untuk apartemen rusunawa sebesar Rp 350 juta dengan bunga 5 persen.

Sementara itu, dirut BTN Maryono mengatakan jika subsidi sebesar 5 persen maka uang muka yang dibayarkan sebesar 1 persen. "Kalau subsidi, itu adalah 20 tahun. Kontraknya kan bisa diperpanjang, bisa diperpanjang," ucapnya.

Jaminan yang diberikan BMI nantinya adalah rumah itu sendiri atau rumah yang dibangun. Untuk awalnya, BTN menyiapkan subsidi sebesar 5.000 unit rumah. (fiq/ahy)


Berita Terkait