Dengan mata merah yang nanar, Afifudin mengucap syukur selaku ketua rombongan 1 kloter 1 JKS sudah tiba dengan selamat bersama rombongannya. Dia tidak mampu menyembunyikan rasa sukacitanya saat dilepas dengan shalawat di Madinah dan kembali disambut dengan shalawat di Makkah.
"Saya terharu disambut shalawat. Di sana (Madinah-red) juga shalawat," tuturnya dengan logat sunda yang kental sambil mengatur jemaah hajinya mencari kamar atau kopernya, Minggu (30/8/2015).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Semoga semuanya menjadi haji mabrur," ujarnya di akhir sambutannya yang diamini jemaah haji Indonesia.
Saat kaki jemaah pertama turun dari bus Zhongtong, shalawat nabi dari kelompok marawis yang khusus disediakan Muassasah pun bergema. Satu persatu jemaah haji Indonesia berbatik biru dengan menggendong tas ransel senada dan menggeret koper kecil masuk ke dalam lobby.
![]() |
Setangkai bunga mawar yang diberi muassasah dan seteguk air zamzam segar menjadi pelengkap sambutan sederhana nan istimewa bagi para tamu-tamu Allah di Makkah. Dengan langkah perlahan dan dibantu petugas PPIH, para jemaah yang rata-rata sudah tidak muda lagi itu duduk istirahat menunggu pembagian kamar di sofa ruang tunggu.
"Kamar lebih bagus yang ini (daripada di Madinah-red)," kata seorang jemaah haji Saripudin Abah Emen saat ditanya kondisi kamarnya sekarang.
Saripudin mendapat kamar yang memuat tiga orang. Di dalam kamar tersedia 3 kasur springbed, kulkas mini, pendingin ruangan, alas karpet, serta kamar mandi.
"Ini enak. Ke sini juga pengarahannya enak," tutur pria asal Tasikmalaya ini.
Afifudin dan Abah Emen tampak bersemangat untuk segera menunaikan umroh wajib malam ini. Begitu juga dengan jemaah-jemaah lain, termasuk mereka yang lengan kirinya melingkar gelang merah pertanda sudah berumur di atas 60 tahun dan punya catatan medis.
![]() |
Kerinduan mereka untuk melihat Kabah di Masjidil Haram sedikit tertunda karena perjalanan dari Madinah ke Makkah memakan waktu 6-7 jam. Petugas PPIH mengimbau agar mereka istirahat lebih dulu dan baru ke Masjidil Haram saat matahari terbenam.
"Biar cuacanya tidak panas ke sana malam saja. Sekarang istirahat dulu. Boleh kencing, boleh buang air tapi nanti wudhu lagi," pesan petugas pembimbing ibadah haji Profesor Aswadi ke beberapa jemaah. (gah/ahy)












































