Semangat Pantang Menyerah Demonstran Anti Najib yang Tetap Tertib dan Bersih

Laporan dari Kuala Lumpur

Semangat Pantang Menyerah Demonstran Anti Najib yang Tetap Tertib dan Bersih

Herianto Batubara - detikNews
Minggu, 30 Agu 2015 20:20 WIB
Semangat Pantang Menyerah Demonstran Anti Najib yang Tetap Tertib dan Bersih
Foto: Herianto Batubara/detikcom
Kuala Lumpur - Ribuan demonstran tak henti-hentinya menyuarakan tuntutan agar Perdana Menteri Malaysia Najib Razak mundur dari jabatannya. Dua hari sudah mereka yang menamakan gerakannya sebagai Bersih 4.0 berdemo, di tengah terik matahari hingga diguyur hujan deras, semangat mereka tak padam.

Hingga malam ini dari pantauan di Dataran Merdeka, Kuala Lumpur, ribuan demonstran masih berkumpul. Rencananya aksi ini dilakukan hingga pukul 00.00 waktu setempat jelang hari Kemerdekaan Malaysia pada Senin (31/8).

Foto: Herianto Batubara/detikcom


SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Sejak pagi tadi, massa terus bergerak merangsek masuk ke kawasan Dataran Merdeka. Semua berdatangan dari berbagai arah memenuhi jalan-jalan protokol. Banyak juga yang menginap di lokasi setelah berdemonstrasi pada Sabtu (29/8).

Di atas panggung, para aktivis Bersih 4.0 bergantian berorasi. Mereka bersuara lantang meminta Najib segera mundur sebagai Perdana Menteri Malaysia. Salah satu aktivis tersebut adalah Michael Tamil.

"Who is the most stupid PM (Prime Minister) in the world?" Teriak Michael dari atas panggung. Ribuan massa yang memadati lokasi pun kompak berteriak: Najib!

"I tell you, the most stupid PM in the word is Najib, Najib, Najib," teriak Michael di tengah teriknya matahari.

Foto: Herianto Batubara/detikcom


Pada siang itu tak lupa mereka yang muslim menunaikan salat. Ada sekitar 70-an orang yang salat di lokasi pusat demonstrasi.

Pada sekitar pukul 15.40 waktu setempat, hujan deras mengguyur. Sebagian besar demonstran tetap bertahan menggunakan payung dan jas hujan.

Foto: Herianto Batubara/detikcom


Semangat pantang menyerah ditunjukkan para demonstran hingga malam ini. Bahkan jumlah demonstran bertambah. Meski suasana terlihat tak menguntungkan, mereka semua tampak semangat mendengar orasi dari panggung.


Foto: Herianto Batubara/detikcom

Suara terompet sendiri terdengar riuh di sepanjang jalan hingga di depan Masjid Jamek. Massa yang didominasi pemuda pemudi dari etnis China dan India ini membawa spanduk, poster, dan atribut lainnya yang menggambarkan keinginan mereka melengserkan Najib.

Demonstran selain menunjukkan tertibnya berorasi, juga tetap menjaga kebersihan di lokasi demonstrasi.

Para aktivis Bersih 4.0 ternyata telah memikirkan soal sampah ini. Mereka membentuk tim sendiri untuk mengumpulkan sampah. Di sepanjang lokasi demonstrasi, tersedia banyak kantong-kantong plastik besar untuk menampung sampah.

Ada puluhan orang yang bertugas untuk memunguti sampah-sampah yang tercecar. Sampah-sampah itu kemudian diikat rapi, dikumpulkan di suatu tempat, untuk kemudian diangkut oleh mobil pembawa sampah.

Foto: Herianto Batubara/detikcom



Ada pula orang yang ditugasi untuk membawa poster-poster dan berkeliling. Di poster itu tertulis peringatan agar massa menjaga kebersihan lingkungan dan selalu membuang sampah ke tempat yang disediakan.

Gerakan Bersih 4.0 bertujuan meminta hak demokrasi Malaysia yang dianggap para demonstran telah hilang dari negeri jiran tersebut. Mereka juga meminta penyelamatan ekonomi Malaysia yang sedang terpuruk.

Gerakan ini muncul setelah adanya pemberitaan mengenai aliran uang negara sebesar US$ 700 juta atau setara Rp 9,3 triliun yang ditransfer ke dalam rekening pribadi PM Najib. Laporan Wall Street Journal juga menyebut uang negara ditransfer melalui beberapa rekening, salah satunya bank Singapura bernama Falcon Bank.

Laporan WSJ ini belum bisa diverifikasi kebenarannya. Tapi PM Najib telah menyampaikan bantahannya atas laporan WSJ tersebut.

PM Najib angkat bicara terkait aksi unjuk rasa besar-besaran di Kuala Lumpur yang memintanya mundur. Menurut Najib, aksi itu terlalu kecil untuk dianggap sebagai kekecewaan masyarakat umum.

"Mungkin 20 ribu orang di demonstrasi, seperti yang saya baca di beberapa media. Namun saya yakin 20 ribu orang itu hanya kekecewaan kecil saja," ujar Najib sebelum meluncurkan  Felda Settlers Day, di Kuala Trengganu, seperti dilansir The Star, Minggu (30/8).

Foto: Herianto Batubara/detikcom


Najib mengatakan, warga yang tidak ikut dalam aksi Bersih 4.0 itu, mendukung penuh pemerintahan yang dipimpinnya. Oleh karena itu, dia memilih untuk tidak memenuhi tuntutan para demonstran.

"Sisa populasi warga Malaysia lainnya bersama pemerintah," kata Najib.

(bar/fdn)



Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 


Hide Ads