"Harusnya masyarakat dapat memberikan prioritas pendidikan kepada siswa yang berangkat sekolah, dan masyarakat harus mendukung," ucapnya usai mengadiri acara Gebyar Kreativitas Finger Painting dan ulang tahun HIMPAUDI di Istana Anak-anak TMII, Jakarta Timur, Minggu (30/8/2015).
Ia belum mau berkomentar banyak mengenai ditutupnya akses jalan siswa untuk menuju sekolahnya. Ia pun akan meminta dinas terkait untuk memeriksanya.
"Belum tau kabarnya, tapi nanti dinas yang akan memeriksanya. Tapi yang jelas, mestinya masyarakat mendukung dan memberikan prioritas kepada siswa untuk pendidikan," imbuhnya.
Sebelumnya Ketua RW 09, Kurniawan Tejo persoalan penutupan portal dikarenakan perjanjian yang terjadi soal akses jalan hanya antara Springfield dan RW 11 yang waktu itu masih dipegang pengembang. Saat itu, mereka harusnya masuk dari Jalan Bira Raya melewati Jalan Melintang yang berada di RW 11 lalu tembus di Jalan Tidung di mana sekolah berada.
"Namun, ketika pada tanggal 1 Agustus 2015 terjadi penyerahan wewenang dari pengembang ke pengurus RW 11. Karena sudah ada perpindahan wewenang, pada tanggal 3 Agustus pada saat sekolah masuk, warga RW 11 menutup jalan dan membuat orangtua murid menggunakan jalan RW 09," jelas Kurniawan saat berbincang di Kantor Sekretariat RW 09 Komplek Perumahan Permata Buana, Jumat (28/8/2015). (ega/ega)











































