"Mortir tersebut tidak berbahaya, karena hanya berupa proyektil," kata Kombes Iqbal saat dihubungi detikcom, Minggu (30/8/2015).
Dari analisa yang dilakukan di Markas Brimob, mortir tersebut diduga berasal dari zaman perang. "Ini proyektil peluru yang sudah ditembakkan bisa jadi dari meriam atau tank. Jadi hanya bekasnya yaitu proyektil, tidak ada selongsongnya," sambung Iqbal.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Proyektil mortir ditemukan para pekerja proyek MRT yang tengah menggali tanah menggunakan eskavator sekitar pukul 10.45 WIB, Sabtu (29/8) di opening galian Blok 6 Stasiun Istora Proyek MRT Jl. Jend Sudirman.
(fdn/faj)











































