Menteri Marwan Siapkan Balai Pelatihan Untuk Tingkatkan SDM Pedesaan

Menteri Marwan Siapkan Balai Pelatihan Untuk Tingkatkan SDM Pedesaan

Rivki - detikNews
Minggu, 30 Agu 2015 01:55 WIB
Menteri Marwan Siapkan Balai Pelatihan Untuk Tingkatkan SDM Pedesaan
Foto: Lamhot Aritonang
Jakarta - Menteri Desa, Pembangunan Daerah Tertinggal, dan Transmigrasi, Marwan Jafar akan mengoptimalkan balai pelatihan pemberdayaan di beberapa kota di Indonesia. Hal ini dilakukan untuk meningkatkan kualitas SDM masyarakat pedesaan.

"Jangan sampai tujuan besar memperkuat ekonomi desa melalui program dana desa, menjadi sia-sia. Karena masyarakatnya tidak tahu memanfaatkannya. Seharusnya dana desa, justru menjadi pemicu bagi masyarakat untuk menjajaki dan mengelola potensinyan" ujar Menteri Marwan saat meninjau Balai Pelatihan Transmigrasi dalam siaran pers kepada detikcom, Sabtu (29/8/2015).

Makanya, kata Menteri Marwan, balai pelatihan harus dimaksimalkan fungsinya untuk pemberdayaan masyarakat. "Sebelum dilatih, pemerintah akan survey terlebih dahulu potensinya desa. Setelah itu, barulah kita beri pelatihan yang disesuaikan dengan wilayahnya," ujarnya.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Dan balai pelatihan tersebut, harus lebih dilengkapi sarana dan prasarana pendukungnya.Β  Sehingga, tidak hanya sekedar untuk pelatihan masyarakat desa, juga untuk pelatihan bagi transmigrasi. "Yang pelatihan transmigran sebelum diberangkatkan, itu yang juga sangat penting. Agar para transmigran mampu mengelola kawasan barunya," imbuhnya.

"Ada lahan yang ditanami. Calon transmigran dilatih mengolah tanahnya agar subur, pembuatan pupuk, dan lainnya. Kemudian diperkenalkan juga teknologi terbarukan untuk mengoptimalkan hasilnyan" ujar Marwan Jafar.

Menurut Marwan Jafar, potensi desa yang luar biasa tidak sebanding dengan kemampuan masyarakat untuk menggarap. Penyebabnya, masyarakat belum tahu apa yang harus dilakukannya. "Misalnya ada potensi pohon bambu.Bisa dijadikan banyak kerajinan kreatif yang dimanfaatkan, seperti ukiran, alat musik, anyaman, dan lainnya," ujarnya.

Kreatifitas kerajinan itu, kata Menteri kelahiran Pati, Jawa Tengah ini, sangat terbuka peluang pasarnya. Apalagi di Bali yang merupakan kawasan wisata terlaris di Indonesia yang banyak dikunjungi dari mancanegara.

"Orang asing ternyata suka dengan sesuatu hal yang unik-unik. Nah, ini yang harus dikembangkan dan terus. Dipasarkan," ujarnya. (rvk/rni)



Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 


Hide Ads