Hal itu diungkapkan Zulkifli saat menghadiri acara Musyawarah Wilayah Partai Amanat Nasional Jawa Tengah di Hotel Patra Jasa Semarang. Menurut Zulkfli kondisi pereknomonian saat ini masih akan berlangsung lebih dari tiga bulan.
"Saya bukan ahli ekonomi. Tapi saya kira masih panjang tidak bisa selesai 3 sampai 4 bulan. Ini terkait dunia dan internal kita," kata Zulkifli kepada detikcom, Sabtu (29/8/2015).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Sekarang itu melambat, krisis, tapi tidak seberat krisis yang dulu. Pondasi fundamental ekonomi kali ini lebih kuat dari tahun 98. Tahun 98 politiknya kan lemah. Jadi walau ekonomi lemah tapi politiknya kuat, tidak akan terjadi (seperti krisis 1998)," pungkasnya.
Oleh sebab itu Zulkifli berharap pemerintah harus lebih memperhatikan rakyat miskin dan yang mulai miskin karena sudah banyak yang kehilangan pekerjaan. Selain itu pemanfaatan APBN dan APBD bisa dilakukan lebih maksimal untuk mengatasi perekonomian yang melemah.
"Pemerintah harus benar-benar memberikan perhatian kepada rakyat yang terkena dampak pelambatan ekonomi. Melemahnya rupiah menyebabkan harga tinggi dan sebagian masyarakat kita mulai kehilangan pekerjaan," terang Zulkifli.
"Tentu penyerapan APBN dan APBD, misal Jakarta itu baru 18%. APBN kita ada yang 30%-40%, itu akan membantu juga pertumbuhan ekonomi kita. Tidak hanya APBN tapi juga APBD Provinsi, Kabupaten, Kota," imbuhnya. (alg/dra)










































