Kapolda Metro Imbau Buruh Demo di Silang Monas Agar Tak Macet di Hari Kerja

Kapolda Metro Imbau Buruh Demo di Silang Monas Agar Tak Macet di Hari Kerja

Idham Kholid - detikNews
Sabtu, 29 Agu 2015 15:10 WIB
Kapolda Metro Imbau Buruh Demo di Silang Monas Agar Tak Macet di Hari Kerja
Foto: dikhy sasra
Jakarta - Sekitar 48 ribu elemen buruh yang tergabung dalam Serikat Buruh Pekerja akan menggelar aksi unjuk rasa dengan longmarch dari Bundaran HI ke Istana di Jakarta, Selasa depan. Kapolda Metro Jaya Irjen Tito Karnavian memberi imbauan agar aksi massa buruh u digelar terpusat di silang Monas.

"Problemnya di Jakarta ini kan lalu lintas kita macet. Oleh karena itu kalau ada penutupan ruas jalan itu kan mengganggu hampir semua Jakarta, masyarakat ingin beraktifitas menggunakan jalan, ada yang sakit, dan segala macam, mau naik ambulans, itu terganggu. Itu problem kita," kata Tito usai rapat dengan elemen buruh, TNI, Pemda dan Pemerintah Pusat di Mapolda Metro Jaya, Jakarta, Sabtu (29/8/2015).

Sebab lanjut Tito, aksi itu akan digelar pada hari kerja. Maka berbeda halnya dengan aksi 1 Mei atau sembari Car Free Day yang memang hari libur sehingga tidak banyak mengganggu dan merugikan kepentingan publik dan masyarakat lainnya seperti pengguna jalan.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Kita dari aparat tidak menghalangi penyampaian unjuk rasa, apalagi poin-poin tuntutannya cukup penting, tapi tentunya juga kita melindungi kepentingan publik yang lainnya juga," ujarnya.

"Sehingga saran kami agar dilaksanakan saja di titik tempat berkumpul di silang Monas, penyampaian unjuk rasa dilakukan, apalagi dari pemerintah sudah ada yang menjanjikan untuk mengakomodir dan menerima perwakilan," sambungnya.

Iqbal mengatakan, pihaknya masih menunggu keputusan dari buruh apakah aksi itu tetap akan dilakukan long march atau terpusat di titik silang Monas. Pihaknya juga masih akan melakukan rapat internal terkait pengamanan dan kemungkinan adanya rekayasa lalu lintas terkait aksi tersebut. Sedikitnya, minimal 8 ribu personel akan diterjunkan Selasa depan.

"Kita lihat apa yang diputuskan teman-teman Serikat Buruh. Yang penting masyarakat paham, bahwa kami sudah melakukan komunikasi dan menyampaikan saran seperti itu, sarannya adalah situasioner di tempat," kata Tito.

(idh/dra)



Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 


Hide Ads