Plh Kasubdit Resmob Ditreskrimum Polda Metro Jaya AKBP Eko Hadi Santoso menjelaskan, Doni merupakan anggota komplotan Andreas Sofyan alias Lemos-gembong perampok-yang juga ditembak mati tim Resmob di depan Mal Graha Cijantung, Jaktim, beberapa bulan lalu.
"Setelah Lemos tewas, Doni kemudian mengambil alih kelompok tersebut dan menjadi 'kaptennya' (pimpinan kelompok-red)," kata Eko kepada wartawan di Mapolda Metro Jaya, Jakarta, Jumat (28/7/2015).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Doni ini yang memegang senpi revolver yang telah kita sita darinya," tambahnya.
Namun, saat itu Doni berupaya melarikan diri dan merampas senpi petugas kepolisian. Akhirnya, anggota pun melakukan tindakan tegas dengan memberikan tembakan terarah setelah diberi tembakan peringatan. Doni meninggal dalam perjalanan menuju ke rumah sakit.
"Doni ini pelaku curas curanmor atau yang dikenal bahasa media sebagai begal. Dia dikenal sadis dalam melakukan aksinya," imbuh Eko.
Selain Doni, polisi juga menangkap Suni Alamsah (30) yang merupakan anggota kommplotan. Suni bertugas sebagai pemetik (pencuri) motor.
"Sasaran mereka sebenarnya motor-motor yang diparkir di pinggir jalan. Tetapi kalau korban melawan, mereka tidak segan-segan untuk menembak," lanjutnya.
Sementara itu, Kanit V Subdit Resmob Ditreskrimum Polda Metro Jaya Kompol Handik Zusen mengatakan, Doni awalnya bergabung dengan Lemos sejak berusia belasan tahun.
"Dia dibawa oleh Lemos ke Jakarta dan dididik untuk mencuri motor," kata Handik.
Awalnya, Doni dikader oleh Lemos sebagai joki yang bertugas membonceng. Setelah lama bergabung dengan kelompok Lemos, Doni kemudian diajari bagaimana caranya mencongkel kunci kontak motor.
"Sampai akhirnya dia udah lihai metik motor, dia kemudian dipercaya memegang senjata api," ungkapnya.
Ditambahkan, Doni Cs sudah puluhan kali melakukan aksi begal di wilayah Jabodetabek. Motor-motor hasil kejahatan, dijual ke penadah.
Secara terpisah, Direktur Reskrimum Polda Metro Jaya Kombes Krishna Murti mengatakan, pengkaderan anggota baru dalam suatu kelompok kejahatan, biasa terjadi.
"Kalau ada pimpinannya atau anggotanya yang tertangkap, mereka ini kan butuh 'pemain' baru, sehingga mereka merekrut anggota baru. Anggota baru ini ada yang direkrut di LP, ada juga yang direkrut dari tempat asal mereka," jelas Krishna.
Untuk meyakinkan anggota baru agar mau bergabung, perekrut mengiming-imingi imbalan besar. "Intinya mereka dijanjikan pembagian hasil kejahatan," terangnya. (mei/dra)











































