Dibubarkan Pro Mega, Deklarasi Gerakan Pembaruan PDIP Ricuh
Sabtu, 26 Feb 2005 15:40 WIB
Surabaya - Adu jotos mewarnai deklarasi Gerakan Pembaharuan PDIP di Surabaya. Enam pemuda pro Megawati membubarkan paksa acara tersebut. Sukowaluyo Mintohardjo diludahi wajahnya.Deklarasi Pembaharuan PDIP digelar di Gedung Wanita, Jalan Kali Bokor, Surabaya, Sabtu (26/2/2005).Kericuhan berawal saat enam pemuda yang tak elas identitasnya berteriak-teriak meminta kader PDIP yang hadir untuk meninggalkan ruangan."Siapa yang membela ibu Mega keluar sekarang dari ruangan ini," teriak salah seorang pemuda sambil mengepalkan tangan.Keenam pemuda tersebut berusaha naik ke atas podium dan merebut pengeras suara. Namun, niat mereka dihalang-halangi peserta deklarasi. Adu jotos pun terjadi yang mengakibatkan salah satu aktivis gerakan pembaruan babak belur pada bagian wajahnya. Kursi-kursi pun dilemparkan dan berserakan.Peserta yang jumlahnya sekitar 100 orang sontak tunggang langgang keluarruangan. Nasib naas dialami salah seorang motor gerakan Pembaharuan PDIP, Sukowaluyo Mintorahardjo. Sukowaluyo yang saat itu duduk di kursi deretan depan diludahi salah seorang pemuda pro Mega yang sedang mengamuk. Dia tampak tidak dapat berbuat apa-apa.Sesaat setelah kericuhan, baru beberapa polisi datang mengamankan insiden tersebut.Harus DiusutUsai kericuhan, motor gerakan Pembaharuan PDIP Sukowaluyo Mintorahardjo menyesalkan aksi anarkis tersebut."Kalau pun mereka pendukung Megawati, tidak seharusnya berbuat kekerasan. Itu akan mencoreng nama baik Megawati. Polisi harus mengusut pelaku kekerasan ini," tandas dia.Guruh Soekarnoputra yang semula dijadwalkan bakal hadir dalam acara ini namun hingga acara dibubarkan paksa tidak menampakkan batang hidungnya.
(aan/)










































