"Kita melihat (pembangunan) gedung dan beberapa kebutuhan ruangan memang perlu, tapi tidak urgent. Kita tahu ekonomi kita sedang sulit," kata Wakil Ketua Umum Partai Gerindra Edhy Prabowo saat dihubungi, Jumat (28/8/2015).
Gerindra menyatakan proyek itu penting, namun tidak untuk kondisi saat ini, di saat nilai tukar Dolar Amerika Serikat menembus Rp 14 ribu. Edhy menuturkan, ekonomi sulit diprediksi mengakibatkan banyak pengangguran.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Soal sikap pemerintah nantinya, apakah menolak atau menerima anggaran proyek itu masuk APBN, Edhy menyerahkan sepenuhnya kepada pemerintah. Terlepas dari itu, Gerindra konsisten menolak rencana itu tanpa terpengaruh politik manapun.
"Gerindra yang pertama tidak menyetujui proyek itu. Bahwa ada wacana sudah disayembarakan (desainnya), itu tidak masalah karena bisa sebagai cadangan bila ekonomi kita membaik," kata Edhy. (dnu/mok)











































