Mereka adalah Marzuki Usman yang merupakan mantan Menteri Kehutanan dan Burhanuddin Abdullah yang merupakan mantan Menko Perekonomian. Keduanya bertemu Luhut kurang lebih selama satu jam.
"Kita beri saran sektor fiskal, sektor riil. Bagaimana rupiah terdepresiasi. Kabinet serius memantau, menjaga confidence," ujar Marzuki di Kantor Kemenko Polhukam, Jl Medan Merdeka Barat, Jakarta Pusat, Jumat (28/8/2015).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Kita bersyukur bahwa pasar modal berjalan, bank berjalan, APBN juga berjalan. Tapi kalau sudah berjalan, seperti bayi tidak menangis, itu khawatir. Maka ekonomi kita tetap berjalan cukup bagus," imbuh Marzuki.
Sementara itu Burhanuddin tidak menambahkan pernyataan Marzuki. Dia yang kini menjadi Ketua Dewan Pakar Partai Gerindra tersebut hanya mengangguk mengiyakan.
Sebelumnya juga ada JB Sumarlin yang merupakan mantan Menteri Keuangan era Presiden ke-2 RI Soeharto. Sumarlin meninggalkan kantor Luhut terlebih dahulu dan memberikan pernyataan singkat.
"Tadi pak Luhut bicarakan itu juga (Rupiah melemah), ada langkah-langkah ke depan. Tapi langkah-langkah itu nyatalah ke sana arahnya. Jadi itu tugas seorang Menko Polhukam, yang ikut serta mengatasi perekonomian," kata Sumarlin. (bpn/mok)










































