Pasukan Jepang akan Tinggalkan Aceh pada 10 Maret
Sabtu, 26 Feb 2005 14:06 WIB
Jakarta - Pasukan militer Jepang akan segera mengkhiri misi kemanusiaannya pasca tsunami di Aceh. Personel negeri Sakura itu akan meninggalkan provinsi Nanggroe Aceh Darussalam pada 10 Maret mendatang.Demikian diungkapkan Kolonel Takashi Muramoto, komandan Gugus Tugas Kemanusiaan Jepang seperti dilansir kantor berita Associated Press, Sabtu (26/2/2005).Sekitar 1.000 tentara Jepang dan personel lainnya telah dikirimkan ke Aceh untuk misi kemanusiaan. Pasukan Jepang ini merupakan satu di antara hampir selusin pasukan asing lainnya yang telah ikut membantu meringankan penderitaan pasca bencana tsunami 26 Desember lalu di Aceh."Kami baru saja menerima perintah dari pemerintah untuk pergi pada 10 Maret," ujar Muramoto. "Pemerintah Jepang menganggap bahwa fase darurat telah berakhir. Tugas kami di sini telah selesai," imbuhnya.Selain mengerahkan 1.000 personelnya, Jepang juga menyediakan tiga kapal, lima helikopter dan dua pesawat transpor C-130 yang dilibatkan dalam misi kemanusiaan di Aceh. Pengumuman Jepang ini disampaikan menyusul keputusan yang diumumkan pemerintah Australia beberapa hari lalu. Diumumkan bahwa pasukan Australia akan meninggalkan Aceh pada 26 Maret mendatang.
(ita/)











































