Begini Persiapan Kevin dan Nesha Agar Siap Hadapi Suhu Ekstrem di Kutub Utara

Begini Persiapan Kevin dan Nesha Agar Siap Hadapi Suhu Ekstrem di Kutub Utara

Rini Friastuti - detikNews
Jumat, 28 Agu 2015 14:10 WIB
Begini Persiapan Kevin dan Nesha Agar Siap Hadapi Suhu Ekstrem di Kutub Utara
Foto: Rini Friastuti
Jakarta - Nesha Kannama Ichida dan Yohanes Kevin Indrawan terpilih menjadi perwakilan Indonesia dalam tim ekspedisi Youth4Arctic ke kutub utara. Untuk menjalani ekspedisi selama 2 minggu di kawasan terdingin di bumi tersebut, tentu persiapan yang matang perlu disiapkan.

Sebelum berangkat, Nesha dan Kevin bersama 10 orang anggota tim ekspedisi lainnya akan menuju ke Jerman. Di sana mereka akan melakukan pre training, untuk melatih ketahanan kondisi fisik mereka selama berada di kutub utara.

"Pembekalannya ada teori, ada fisik juga," ujar Kevin kepada wartawan di Kantor Kementerian Lingkungan Hidup, Senayan, Jakpus, Jumat (28/8/2015).

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Pembekalan yang akan mereka terima diantaranya pembekalan teori, hingga fisik. Pelatihan fisik yang akan dilakukan salah satunya dengan memasuki freezing room, yang suhunya sudah disesuaikan dengan suhu kutub utara. Hal ini bertujuan agar tubuh para tim ekspedisi terbiasa dengan dinginnya udara di kutub.

Sementara untuk persiapan pribadi, Nesha dan Kevin mengaku tak menyiapkan secara spesifik. "Nggak ada sih, jaga fisik saja," jelasnya.

Program Youth4Planet ini merupakan program yang bertujuan untuk melihat langsung perubahan iklim di kutub utara dan dampaknya bagi kawasan lain di dunia termasuk Indonesia. Selama 2 minggu, 12 orang tim ekspedisi akan melakukan perjalanan menyusuri padang salju, berkemah di alam bebas, hingga berinteraksi dengan suku Inuit, penduduk asli kutub utara.

Selama ekspedisi, mereka juga dilengkapi peralatan perekam dan alat elektronik sehingga mereka bisa melakukan live report dan membagikan pengalaman mereka di sosial media, sehingga publik dapat melihat secara langsung perubahan signifikan yang terjadi di kutub utara karena perubahan iklim.

(rii/dra)


Berita Terkait