Mereka berdemo di rumah dinas Ahok, Jl Taman Suropati, Menteng, Jakarta Pusat, Jumat (28/8/2015). Ahok selama ini tidak pernah tinggal di rumah dinasnya. Dia memilih tinggal di rumah pribadinya di Pantai Mutiara, Jakarta Utara.
Pendemo datang membawa poster bertuliskan #Lawan Ahok yang dicetak rapi dan poster berisi protes.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
![]() |
Mereka juga membawa sepasang ondel-ondel lengkap dengan musiknya, 1 barongsai berwarna merah muda dan peraga pencak silat. Tak pelak, demo di rumah dinas Ahok menjadi pagelaran seni.
Ada juga yang berdoa di depan rumah Ahok. Demo dikawal sekitar 60 polisi. Kapolres Jakpus Kombes Hendro Pandowo juga ikut mengawasi pendemo. 1 Water cannon dan 3 truk Satpol PP terparkir di depan rumah Ahok.
![]() |
Maksud kedatangan pendemo yakni meminta Ahok agar tidak berbicara seenaknya. Mereka meminta Ahok lebih santun.
"Kedatangan kita ke sini untuk mengajarkan Ahok menjadi orang yang beradab. Mulutnya jangan terlalu comberan, kayak dia bilang tai, sikat," kata Bursah, mantan ketum PB HMI.
Selain meminta Ahok lebih sopan, pendemo juga berdoa untuk mengusir setan di rumah dinas Ahok.
"Kedatangan kita ke rumahnya ingin mengusir setan yang ada di rumah ini. Ahok seperti dirasuki setan, biar beradab kita doakanlah. Jangan merusak tatanan kepemimpinan yang sudah ada. Zamannya Orba saja nggak kayak begini," kata Bursah.
![]() |
8 Tuntutan disampaikan pendemo yakni:
1. Meminta Ahok untuk memimpin Jakarta dengan cara-cara manusiawi, menjadikan warga kecil bukan musuh dan tidak menjadi manuver bagi rakyat kecil melainkan membina dan mengayomi mereka.
2. Meminta Ahok untuk tidak berkampanye dengan mengatakan rakyat kecil yang menjadi penyebab banjir Jakarta.
3. Meminta kepada Ahok untuk tegas kepada pengusaha pengembang properti.
4. Kita minta Ahok untuk memimpin dengan damai dan tidak melakukan provokasi di media massa setiap harinya dan membesarkan isu SARA yang bisa menyulut kebencian yang tidak kita inginkan bersama.
5. Kita tidak ingin ada insiden kekerasan, antara warga korban penggusuran dengan aparat, cukup di Kampung Pulo.
6. Meminta Ahok untuk membuat pernyataan maaf kepada masyarakat Jakarta.
7. Meminta kepada Ahok untuk bertanggung jawab atas dugaan korupsi dari temuan Laporan Hasil Pemeriksaan (LHP) BPK tahun 2015 dalam pembelian tanah RS Sumber Waras yang merugikan negara sebesar Rp 191.334.550.000
8. Meminta kepada Ahok untuk menyampaikan secara transparan kepada publik penggunaan dana CSR untuk pembangunan Kota Tua dan sebagainya melalui Pemprov DKI.
Massa juga meneriakkan yel-yel "Tangkap...tangkap Ahok sekarang juga jika tidak berubah".
Ahok tidak mempermasalahkan demonstrasi yang ditujukan kepadanya. Dia bahkan menyarankan agar demo dilakukan di depan tempatnya bekerja di Balai Kota sehingga dia bisa mendengarnya langsung.
![]() |
(nwy/nrl)















































