"Masih jauh dari memenuhi harapan. Dari segi prosedural, formal, maupun substansi masih jauh," kata Pakar Hukum Tata Negara, Refly Harun, kepada wartawan, Jumat (28/8/2015).
Refly mencontohkan dari fungsi legislasi, produksi Undang-undang di DPR masih sangat sedikit. Dari segi substansi, imbuh Refly, juga masih ada saja anggota DPR yang terlibat kasus korupsi.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Menurut Refly kurang optimalnya DPR berawal dari sektor hulunya, yakni rekrutmen oleh parpol yang belum ketat. Juga money politics yang sangat santer di Pileg.
"Jadi kalau misalkan rekrutmen di parpol belum baik saya kira akan susah. Karena kalau partai politiknya nggak karu-karuan yang muncul calon pemburu rente, jad ya loba-lobi saja," kritik Refly.
(van/try)










































