JK Bicara Soal Harmonisasi Antar Negara di World Peace Forum

Laporan dari Seoul

JK Bicara Soal Harmonisasi Antar Negara di World Peace Forum

Muhammad Taufiqqurahman - detikNews
Jumat, 28 Agu 2015 10:51 WIB
JK Bicara Soal Harmonisasi Antar Negara di World Peace Forum
JK saat bicara di World Peace Forum/Foto: Taufiq
Seoul - Wakil Presiden Jusuf Kalla didapuk menjadi pembicara utama dalam World Peace Forum di Korea Selatan. Dalam sambutannya, JK menekankan pentingnya harmoni dan perdamaian.

JK menyampaikan itu di acara The Inaugural Sunhak Peace Prize di Gangnam, Korea Selatan, Jumat (28/8/2015). Pada acara ini, Sunhak Peace Prize dianugerahkan kepada tokoh Climate Change, Anote Tong dari Kiribati dan tokoh Food Peace, Modadagu Vijay Gupta dari India.

"Semua orang butuh kedamaian. Semua agama memulai perundingan atau bertemu dengan perdamaian. Islam dengan ucapan Assalamaualaikum yang artinya semoga kedamaian bersamamu. Umat kristen mengucapkan syalom yang artinya kedamaian untukmu," ujar JK mengawali pembukaan pidatonya di depan ratusan undangan dari berbagai dunia.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Menurut JK, perdamaian dapat diwujudkan dengan beberapa hal. Pertama, perdamaian yang berarti harmoni dengan sesama manusia, harmoni antar negara dan harmoni untuk semuanya dan pribadi. Selain itu, saat ini diperlukan harmoni dengan alam.

"Sangat mudah berbicara mengenai keselarasan atau harmoni. Namun bagaimana kita menciptakan harmoni saat ini? Harmoni dengan alam sangat penting karena jika tidak, akan menyebabkan bencana," terangnya.

"Selain itu, perubahan iklim juga menjadi masalah lainnya. Hal ini juga membuat semua orang berupaya mencari solusi untuk berharmoni dengan alam," sambungnya.

JK juga menjelaskan konflik dan terorisme merupakan ancaman yang dapat diselesaikan oleh harmoni antar manusia dan harmoni antarnegara. Saat ini di dunia banyak kawasan yang mengalami kekacauan, di mana banyak masyarakat menderita. Akibat kekacauan itu, setiap hari banyak pengungsi di sejumlah kawasan dunia, seperti di asia, timur tengah dan afrika.

"Kenapa hal itu bisa terjadi? Karena ketidaksetaraan dan tidak ada harmoni antar sesama," terangnya. (fiq/ega)



Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 


Hide Ads