Informasi yang dihimpun detikcom menyebutkan, pada Kamis (27/8/2015) sekitar pukul 19.00 WIB tadi, tim Polda Aceh dan Polres Lhokseumawe langsung melakukan pengembangan terhadap jaringan Berjuk yang tewas tertembak di SPBU pada pukul 14.30 WIB.
Dalam pengembangan itu, tim berhasil menemukan 1 pucuk senpi AK milik Berjuk yang disimpan di rumah warga Ismuhar di Desa Blangpulo, Kecamatan Muara Satu, Lhokseumawe.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Iya benar petugas ada mengamankan senpi diduga milik Berjuk. Saat ini tim lagi fokus di lapangan" ujar Kapolres Lhokseumawe, AKBP Anang Triarsono saat dikonfirmasi detikcom.
Hingga kini tim dari Polda Aceh dan Polres Lhokseumawe masih melakukan pengembangan terhadap jaringan Berjuk yang merupakan kelompok Din Minimi. Sementara barang bukti Senpi masih diamankan di Mapolres Lhokseumawe.
Sebelumnya Berjuk (35) menemui ajalnya di SPBU. Pria yang disangka sebagai salah satu penculik sekaligus penembak 2 intel Kodim Aceh Utara ini didor karena melarikan diri saat disergap polisi.
"Dia DPO Polda Aceh, pelaku penculikan dan penembakan 2 intel Kodim," kata Kapolres Lhokseumawe AKBP Anang Triarsono kepada detikcom, Kamis (27/8/2015).
Lokasi penyergapan adalah SPBU di Desa Bathupat, Kecamatan Muara Satu, Kota Lhokseumawe. Pada pukul 14.30 WIB, polisi mendatangi SPBU karena ada informasi Berjuk berada di lokasi tersebut. Nah, dalam proses pengintaian dan penyergapan itulah, Berjuk tertembak di bagian kepala.
"Jenazah dibawa ke RS Cut Meutia (Lhokseumawe) untuk autopsi," jelas Anang.
Penculikan 2 intel Kodim Aceh Utara, Sertu Indra Irawan dan Serda Hendrianto, terjadi pada minggu ketiga Maret 2015 lalu. Tak sekedar menculik, pelaku juga menembak 2 anggota TNI itu secara sadis. Ada belasan orang yang terlibat. Sejumlah orang telah ditangkap. (dhn/dhn)










































