Bukan rahasia lagi bila ojek online banjir pesanan. Tak heran pundi-pundi kocek driver ojek online, misalnya saja Go-Jek melebihi mereka yang bekerja menjadi buruh pabrik.
"Ya alhamdulillah rezekinya lebih dari cukup buat keluarga," terang Sarif seorang driver Go-Jek, Kamis (27/8/2015).
Yang membuat dia bahagia, terkadang konsumen memberikan tip yang lumayan. Buat dia, tip itu bisa menambah uang belanja dapur dan jajan anak-anaknya.
"Ini sukanya jade driver," tutur dia.
Namun memang, yang cukup merisaukan, masih ada daerah-daerah tertentu yang belum menerima ojek online. Biasanya di daerah itu ada ojek pangkalan. Sarif sebenarnya berharap, ojek pangkalan itu bergabung menjadi bagian dari ojek online, bukan malah menolak dan melakukan teror.
"Pernah juga dikejar-kejar opang, ini pengalaman dukanya," tutur dia sambil melempar senyum.
Memang terkadang, rekan-rekannya sesama Go-Jek kerap saling bertanya bila ada panggilan penumpang di lokasi tertentu, apakah sudah aman dari opang atau belum.
"Biar aman saja cari info dulu pelajari lokasi, tapi insya allah bismillah saja namanya cari rezeki halal," tutup dia.
Biasanya bila opang di daerah tersebut belum menerima kehadiran ojek online, penumpang akan diminta naik di titik yang agak jauh sehingga tidak terlihat opang. (dra/dra)











































