"Semua pihak saat ini harus, ini tantangan kita bersama. Ini bukan hanya masalah masyarakat kelas bawah, tapi juga kelas atas. Ini bukan hanya tantangan bagi birokrat, pejabat, politisi tapi juga tantangan pengusaha," kata Pratikno di Istana Negara, Jl Veteran, Jakarta Pusat, Kamis (27/8/2015).
Sehingga penting untuk membangun komunikasi antara pemerintah dengan pelaku usaha. Jokowi disebut ingin menjelaskan bahwa baik pemerintah, pasar, dan masyarakat itu berada dalam 'perahu' yang sama.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Tantangannya jelas nyata ada krisis ekonomi di Yunani dan berpengaruh terhadap Eropa. Ekonomi Amerika Serikat yang kemudian mampu menarik kembali dollar ke sana, devaluasi oleh China dan beberapa negara lain itu kan nyata," kata Pratikno.
Hingga hari ini pun Presiden Jokowi secara marathon memanggil menteri-menteri bidang ekonomi untuk terus berkoordinasi. Presiden menginginkan adanya sinergi yang kuat dari berbagai pihak untuk sama-sama menyelesaikan permasalahan ekonomi.
Pertemuan dengan para pengusaha salah satunya dilakukan pada Senin (24/8) di Istana Bogor. Selanjutnya pertemuan juga disebut intens meski tak masuk dalam agenda resmi.
"Asosiasi, pengsusaha, aparat hukum. Intinya kita konsolidasi untuk hadapi tekanan ekonomi global yang sangat tidak ramah. Ini bukan hanya tanggung jawab pemerintah, tapi bersama. Bahwa BI juga bekerja keras. Kita konsolidasi untuk memecahkan permasalahan ekonomi," ungkap Pratikno. (bag/dhn)











































